RedaksiHarian – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengimbau serta mengajak masyarakat untuk melaksanakan Shalat Istisqa untuk meminta hujan di tengah kekeringan panjang pada musim kemarau ekstrem.

“Sesuai arahan KepalaKemenag Sulsel KH Khaeroni mengimbau umat Islam dimanapun berada, khususnya di Sulsel, untuk melaksanakan Shalat Istisqa atau shalat meminta hujan bagi umat Islam,” ujar Humas Kanwil Kemenag Sulsel Mawardi Siradj di Makassar, Jumat.

Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diperkirakanberlangsung hingga Oktober untuk beberapa wilayah di Indonesia, dan musim hujan baru dimulai pada November 2023.

Hal ini menyebabkan kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia yang berimplikasi pada ancaman gagal panen sampai potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia mengingatkansetiap kejadian pasti ada sebab musababnya, sehingga manusia harus melakukan koreksi diri. Selanjutnya, sesuai petunjuk Agama Islam bermohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala(SWT) agar hujan turundengan melaksanakan Shalat Istisqa.

“Kami menganjurkan agar Shalat Istisqa ini bisa dilaksanakan di seluruh rumah ibadah, lapangan, dan alun alun. Bagi umat agama laindiimbau agar bisa melaksanakan doa dan ibadah sesuai ajaran dan keyakinannya di tempat ibadahmasing masing,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Umum Pengurus Wilayah DMI Sulsel Hasid Hasan Palogai. Ia mengatakan menindaklanjuti Surat Edaran Nomor 157.D/SEM/PP-DMI/IX/2023pada18 September 2023 yang diteken Ketua DMI Pusat Jusuf Kalla memuat dua poinyakni meminta jajaran melaksanakan Shalat Istisqa di lapangan maupun di halaman masjid yang luas serta khatib mengajak umat Islam bertaubat.

DMI juga mengimbau kepada seluruh pengurus masjid untuk menyiapkan masjid-masjid sebagai posko penyedia air bersih bagi masyarakat yang terdampak musim kemarau tersebut.