RedaksiHarian – Pengelola Museum Nasional Indonesia berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pemeriksaan koleksi menyusul kebakaran yang terjadi di gedung museum pada Sabtu (16/9) malam.

“Kita menunggu juga, kalau belum selesai kita belum berani membuka, karena kita pengamanan koleksi jauh lebih penting dan diutamakan,” kataPelaksana Tugas Kepala Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya Ahmad Mahendra di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan bahwaBadan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya sudah membentuk tim untuk memeriksa dan mengidentifikasi koleksi museum di ruangan-ruangan yang terdampak kebakaran.

Menurut dia, Gedung A Museum Nasional Indonesia terdiri atas 21 ruangan dan enam ruangan di antaranya terdampak kebakaran.

“Kami sementara membentuk tim untuk identifikasi koleksi yang sedang terdampak itu ada enam ruangan, yang kemudian ada prasejarah, tapi itu sebagian adalah replika. Tapi tentu kalau pastinya kita sedang menunggu, karena masuknya sedang menunggu keputusan dari Puslabfor,” katanya.

Mahendramengatakan bahwaBadan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya saat ini fokus menjaga keamanan koleksi benda-benda bersejarah yang ada di Museum Nasional Indonesia.