RedaksiHarian – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) atau MUIProvinsi Aceh meminta semua pihak untuk tidak memprovokasi masyarakat menolak pendaratan imigran Muslim Rohingyayang masuk keTanah Rencong itu.

“Kita minta semua pihak tidak memprovokasi masyarakat untuk menolak (pengungsi Rohingya),” kata Ketua MPU Aceh Tgk Faisal Ali, di Banda Aceh, Senin.

Pria yang akrab disapa Lem Faisal ini menyatakan, pihaknya sudah menyampaikan bahwa Aceh memiliki kewajiban moral untuk menerima Rohingya. Hanya saja, sejauh ini diduga ada pihak-pihak yang memprovokasi masyarakat.

“Cuma permasalahannya ada pihak yang memprovokasi masyarakat. Jadi masyarakat tidak masalah apapun,” ujar Ketua PWNU Aceh itu.

Lem FaisalmengatakanMPU Aceh meminta keseriusan dan perhatian dari pemerintah pusat terkait penanganan Rohingya itu karena kasus pengungsi ini sudah berulang terjadi di Aceh.

“Pemerintah pusat perlumemberikan perhatian, solusi atau membantu Pemerintah Aceh, jangan sebaliknya membiarkan pengungsi Rohingya begitu saja. Jangan tutup mata terhadap permasalahan Rohingya yang terdampar di Aceh,” katanya.

Lem Faisaljuga mengimbau semua pihak agar dapat memberikan pelayanan serta bantuan kepada para imigran Muslim tersebut.

“Terima dulu mereka dengan baik, permasalahan setelah itu bisa dibicarakan kembali,” ujarnya.

Dia juga berharappemerintah pusat serius sesuai Undang-Undang atau Peraturan Presiden (Perpres) terkaitpengungsi luar negeri yang sudah ada agar tidak membiarkan masyarakat berlaku secara alamiah seperti itu dalam hal penanganan MuslimRohingnya.

Dalam kurun waktu sepekan terakhir Aceh didatangi lima gelombang pengungsi MuslimRohingya, yakni tiga kapal di wilayah Kabupaten Pidie, satu kapal di Bireuen dan satu kapal di Aceh Timur.

Kedatangan kapal terakhir yang membawa 249 imigran di wilayah Jangka Bireuen pada Kamis (16/11) ditolak warga. Kemudian mereka pindah ke pesisir Aceh Utara, dan juga mendapatkan penolakan setelah diberi makanan hingga pakaian.

Selanjutnya, secara diam-diam para imigran tersebut pada Minggu (19/11) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB mereka mendarat ke wilayah tempat pendaratan ikan (TPI) Lapang Barat Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen.