RedaksiHarian – Di antara murid Valentino Rossi yang mentas di kelas premier, Morbidelli bisa disebut sebagai yang paling apes di skuad Si Merah Borgo Panigale.

Selain karena performanya sempat terhalang cedera, masa adaptasinya di atas Desmosedici GP-24 kini juga yang paling lamban.

Meski musim ini sudah dibekali motor spek pabrikan terbaru, nyatanya penampilan pembalap Italia-Brasil itu masih belum terlalu menggigit di awal musim.

Dia masih kalah pamor dari rekan setimnya, Jorge Martin yang sudah gacor sejak awal dan kini memimpin klasemen MotoGP 2024.

Setelah tes Jerez pada pekan lalu, barulan Morbidelli menyadari kekurangan dia dalam memahami karakteristik Ducati yang sebenarnya punya speed cepat dan jago di trek lurus.

“Gear-nya masih terus memberikan saya masalah.”

“Saya masih belum bisa mengaktifkannya di semua putaran, saya tidak bisa otomatis melakukannya.”

“Jadi perangkat untuk menurunkan motor ini terkadang yang saya lupa aktifkan,” ujar dia.

Sejauh ini, pembalap berambut ikal itu masih tertahan di peringkat ke-20 klasemen dengan raihan 5 poin saja.

Di dua seri awal, Morbidelli finis di peringkat ke-18. Kemudian di seri Americas dia gagal finis akibat crash.

Baru di seri Jerez kemarin, dia berhasil meraih hasil lebih bagus dengan finis P4.

Morbidelli akan kembali mencoba membuktikan adaptasinya bersama Ducati dalam waktu dekat seiring bergulirnya MotoGP Prancis 2024.

Seri kelima musim ini akan dihelat di Sirkuit Le Mans, pada 10-12 Mei 2024, akhir pekan ini.