RedaksiHarian – Francesco Bagnaia hanya tampil hingga lap ketiga pada sprint dari seri balap kelima MotoGP Prancis 2024 di Le Mans, Prancis, Sabtu (12/5/2024).

Asa Bagnaia untuk memburu kemenangan berkat posisi start kedua langsung sirna ketika motor Ducati Desmosedici GP tiba-tiba tidak bisa diajak bekerja sama.

Setelah startnya terganggu wheelie, Bagnaia melorot ke posisi belakang. Situasi makin terasa berbahaya bagi sang juara bertahan ketika dia berulang kali melebar.

Tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Bagnaia kembali ke pit dan menonton rival-rivalnya berlomba wajah masam.

Ini menjadi kedua kalinya secara beruntun bagi Bagnaia untuk gagal finis dalam sprint. Tak sekali pun dia mampu finis besar dalam balapan hari Sabtu.

Wajar jika Bagnaia menulis bahwa dia tidak menyukai sprint, sesi balapan setengah durasi yang baru diperkenalkan pada musim lalu saat konferensi pers pra-event.

Meski demikian, Bagnaia juga menyimpan kekesalan terhadap dirinya sendiri atas nol poin yang lagi-lagi menghalanginya ke puncak klasemen.

“Saya sangat marah. Ini adalah sprint kedua di mana saya tidak bisa finis. Di Jerez karena kontak dengan pembalap lain, di sini karena masalah,” ucap Nuvola Rossa, dilansir dari GPOne.com.

“Fakta bahwa kesalahan saya sendiri merupakan penyebabnya telah membuat saya marah.”

Rupanya, masalah Bagnaia disebabkan oleh fakta bahwa dia tidak menggunakan motor utamanya dalam sprint MotoGP Prancis 2024.

Kecelakaan saat kualifikasi membuat Bagnaia dan tim Ducati mengambil langkah aman dengan menggunakan motor cadangan.

Bagnaia terjatuh ketika berusaha mempertajam waktu lapnya di mana dia akhirnya kalah cepat dari Jorge Martin (Prima Pramac) yang merebut pole position.

“Memang benar kedua motor tidak benar-benar sama persis, tetapi biasanya saya memakai keduanya tanpa masalah,” ucap Bagnaia, dilansir dari GPOne.

“Saya biasanya beradaptasi. Namun, situasinya lebih rumit daripada perkiraan saya, motornya tidak bekerja seperti seharusnya atau saya tidak bisa membuatnya bekerja.”

“Kami bisa saja memakai motor saat kecelakaan (di kualifikasi).”

“Akan tetapi, sebagai tindakan pencegahan setelah kecelakaan, kita biasanya memakai yang lain karena kita tidak bisa membayangkan hal semacam ini.”

“Kalau saya tidak terjatuh saat kualifikasi, saya tidak perlu mengganti motor, meski saya tidak mengira ada perubahan semacam ini.

Bagnaia sempat berpikiran untuk tetap melanjutkan lomba untuk setidaknya mendapatkan informasi dari kondisi lintasannya.

Namun, momen-momen berbahaya yang dialami, termasuk ban yang selip saat berakselerasi di tikungan membuatnya mengurungkan niat.

Bagnaia enggan merinci masalah pada motornya. Menurutnya kendalanya lebih dari masalah grip saja. Dia memilih menunggu informasi pasti dari para mekanik.

Pandangan Bagnaia teralihkan ke balapan MotoGP Prancis yang akan berlangsung pada Minggu (12/5/2024) pukul 19.00 WIB nanti.

Dia percaya diri bisa menang, atau setidaknya berada di posisi dua besar. Tanda tanya baru muncul jika hujan tiba-tiba turun.

“(Kalau hujan), ekspektasinya mungkin antara posisi 6 atau 7. Kita lihat nanti,” tandasnya.