
RedaksiHarian – Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) melakukan kunjungan bilateral dengan Presiden William Ruto di Nairobi, Republik Kenya , Senin 21 Agustus 2023.
Presiden Jokowi menyampaikan bahwa dalam kunjungannya ke Kenya , Presiden membawa semangat untuk memperkuat kerja sama antarnegara selatan global seperti saat Konferensi Asia Afrika yang dilaksanakan di Bandung pada tahun 1955.
“Spirit ‘Bandung’ inilah yang saya bawa ke Kenya , spirit untuk memperkokoh kerja sama antara negara-negara the global south,” ucapnya kepada Presiden Kenya William Ruto.
ADVERTISEMENT
Namun, dalam pertemuan tersebut ada momen lucu saat Jokowi membuat panik tentara Kenya yang sedang bertugas menyambutnya di halaman depan State House.
Video Jokowi tersebut dibagikan oleh akun Twitter atau X @Gank_of_Petojo. Dalam videonya, terlihat Jokowi sedang menghadiri seremoni kenegaraan tampak berjalan tidak sesuai jalurnya.
Sontak saja, tentara Kenya yang panik bergegas menghentikan Presiden Jokowi . Sejumlah netizen pun memberikan reaksi beragam.
“Loh, loh ini ndak ada yang ngasih tau sebelumnya apa gimana?” kata netizen.
“Ngakak,” kata netizen.
“Emang boleh sepanik itu om?” kata netizen.
Presiden Joko Widodo mendorong agar kemitraan antara negara-negara berkembang terus diperkuat menjadi lebih kokoh. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam keterangannya usai pertemuan bilateral bersama Presiden Republik Kenya William Ruto yang digelar di State House, Nairobi, Republik Kenya , pada Senin, 21 Agustus 2023.
“Dalam kondisi ketidakpastian global saat ini, sudah saatnya kita memperkokoh kembali ‘spirit Bandung’ antara negara the global south,” ujar Presiden.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi menilai saat ini sudah saatnya suara dan juga kepentingan dari negara-negara berkembang harus didengarkan oleh dunia.
“Sudah saatnya dunia mendengarkan suara dan kepentingan negara-negara berkembang, termasuk hal untuk melakukan lompatan pembangunan,” ucap Presiden.
Sebelumnya, di dalam pertemuan, Presiden Jokowi menekankan bahwa “semangat Bandung” merupakan semangat yang dibawa dalam kunjungannya ke Kenya untuk memperkokoh kerja sama antarnegara selatan global.
“ Kenya dan Indonesia memiliki kedekatan historis sejak KAA di Bandung tahun 1955 dan Gerakan Non-Blok tahun 1961. ‘Spirit Bandung’ inilah yang saya bawa ke Kenya . Spirit memperkokoh kerja sama antara negara-negara the global south,” ucap Presiden dalam pertemuan.
Dalam pertemuan itu, Jokowi tidak sendirian. Ia ditemani oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Duta Besar RI untuk Republik Kenya Mohamad Hery Saripudin.***