redaksiharian.com – Kejahatan yang terjadi di jalan raya dengan modus berpura-pura memberi tahu ban kempis sudah sering terjadi. Meski begitu, masih saja banyak korban yang diperdaya.

Tak jarang dari korbannya yang kehilangan barang-barang berharga, bahkan hingga cedera atau luka fisik.

Seperti kejadian yang menimpa seorang pria di salah satu pertigaan daerah Cikeas, Jawa Barat. Video tersebut diunggah oleh akun , menunjukan detik-detik pengemudi mobil menjadi korban modus pencurian ban kempis.

Sambil menunjuk ke arah bawah, salah satu komplotan pelaku pencurian memberitahu pengemudi seolah-olah ban mobil yang dikendarainya kempis.

Pelaku pencurian tersebut tidak hanya terdiri dari satu orang, tetapi ada beberapa pengendara motor lain yang juga memberitahukan hal yang sama.

Hal itu membuat pengemudi mobil terpengaruh dengan informasi yang diberikan pemotor tersebut, hingga akhirnya menepikan mobil untuk mengecek kondisi ban.

Ketika pengemudi lengah, saat itulah dimanfaatkan oleh pelaku melakukan pencurian barang yang ditaruh di kabin mobil korban.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, kejahatan modus seperti ini merupakan pola lama yang terus berulang dan bukan sekali dua kali terjadi.

Bahkan menurut Jusri, di daerah tertentu seperti Puncak, yang jalannya menanjak sering ada kejadian menyiram piringan rem dengan cairan tertentu sehingga mobil mengeluarkan asap. Ketika pengemudi panik, momen itulah yang dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan kejahatannya.

Menurutnya, agar kejadian tidak terus berulang, pengemudi jangan hanya memikirkan soal keselamatan dirinya dengan cara tertib berlalu lintas, empati, dan disiplin saat berada di jalan raya.

Tetapi mereka juga harus mengantisipasi dan melakukan tindakan preventif terhadap ancaman keamanan. Keamanan dalam hal ini adalah dari tindak kriminal yang dilakukan di jalan raya.

“Masyarakat pengguna jalan harus sadar ketika di jalan. Selain menjaga keselamatan dirinya, mereka juga harus mengantisipasi kalau keselamatan itu rentan terganggu akibat keamanan yang melekat pada mereka. Misal mobil yang digunakan dan properti yang mereka pakai,” ucap Jusri saat dihubungi Kompas.com, Kamis (8/9/2022).

Jusri melanjutkan, pengemudi sebaiknya tidak membawa barang-barang berharga yang mudah terlihat pengguna jalan lain. Misalnya seperti, tas, perhiasan, laptop dan telepon genggam.

“Kalau bawa mobil, laptop atau barang berharga sebaiknya tidak ditaruh di ruang penumpang. karena ruang penumpang mudah dilihat dan dievaluasi oleh pelaku-pelaku kejahatan tersebut. Sebaiknya taruh di bagasi agar tersembunyi dan tidak mudah terlihat,” ucapnya.

“Untuk pengemudi wanita, sebaiknya juga menggunakan film dengan kegelapan 60 persen,” lanjutnya.

Adapun jika pengemudi mendapati modus seperti ini, sebaiknya jangan langsung turun dari mobil dan melihat dulu situasi dari kaca spion. Sebab, menurutnya momen pengemudi berhenti paling ditunggu oleh para pelaku kejahatan.

Mereka akan melangsungkan kejahatannya saat pengemudi dalam keadaan lengah.

“Kalaupun memang terpaksa berhenti, cari tempat aman, seperti pom bensin atau mini market. Jangan berhenti sembarangan di pinggir jalan, meskipun keadaan ramai,” kata Jusri.

Terakhir, ia mengingatkan pengemudi mobil untuk selalu memastikan mengunci pintu mobil saat keluar. Karena kondisi itu yang dimanfaatkan oleh maling dengan modus ban kempis.