RedaksiHarian – Miss Universe Organization mengapresiasi keberanian para korban dalam mengungkap kasus dugaan pelecehan seksual di ajang kecantikan tersebut.

“Kami menghargai keberanian Anda untuk berbicara,” katanya.

Organisasi yang berdiri sejak 1952 itu sekaligus meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para peserta selama mengikuti kontes di bawah naungan Miss Universe Organization.

ADVERTISEMENT

“Kepada para wanita yang maju dari kontes Indonesia, kami mohon maaf karena ini adalah pengalaman Anda dengan organisasi kami,” ujarnya.

Ke depannya, organisasi Miss Universe pusat berkomitmen akan melakukan evaluasi guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Dan kami berjanji untuk melakukan yang lebih baik di masa depan,” ucapnya.

“Kami juga sedang mengevaluasi perjanjian waralaba kami saat ini serta kebijakan dan prosedur kami untuk mencegah jenis perilaku ini terjadi dan untuk memastikan bahwa acara mendatang di seluruh dunia tetap berada dalam standar merek yang telah kami tetapkan untuk semua waralaba internasional kami,” ujarnya.

Sebelumnya, kuasa hukum dari salah satu finalis Miss Universe Indonesia , Mellisa Anggraini mengatakan, dari 30 korban dugaan pelecehan seksua, hemat Mellisa, baru ada 7 orang yang mau angkat bicara. Hal itu menurutnya juga dipengaruhi oleh budaya victim blaming yang masih melekat di segelintir kalangan masyarakat Indonesia.

“Kenapa korban-korban pelecehan selama ini nggak mau untuk melaporkan, karena mereka takut,” ujar dia.

“Di dalam budaya kita tuh masih dikenal takut dengan victim blaming. Seolah mereka ‘sudah tahu Miss Universe seperti itu kenapa kalian masuk?'” katanya.

Dia berharap, ke depannya tidak ada lagi pihak yang melakukan victim blaming sehingga masalah pelecehan seksual di Indonesia dapat teratasi.

“Jadi, kita harus hentikan budaya victim blaming, mempersalahkan orang-orang yang mau speak up,” ucap Melissa.

“‘Ya siapa suruh lu pakai baju seksi? Siapa suruh ikut Miss Universe? Udah tahu mereka dipajang,’ pemahaman dan budaya-budaya seperti itu kita berharap tidak lagi ada,” katanya sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat dari acara TV Rumpi No Secret TransTV yang tayang, Selasa 8 Agustus 2023.***