redaksiharian.com, Jakarta – Militer Israel Defense Forces (IDF) mengonfirmasi bahwa foto yang beredar, yang memperlihatkan seorang tentaranya menghancurkan patung Yesus di wilayah selatan Lebanon, adalah asli.

Insiden ini terjadi di tengah keberadaan pasukan Israel di beberapa titik di Lebanon selatan, yang dikenal sebagai basis kelompok Hezbollah. Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya Israel menghadapi kelompok milisi yang didukung oleh Iran.

Pihak militer menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung oleh IDF maupun standar perilaku yang diharapkan dari para prajurit. Mereka menegaskan bahwa kasus ini akan ditelusuri secara menyeluruh dan tindakan tegas akan diambil jika terbukti terjadi pelanggaran.

Foto yang beredar menunjukkan seorang tentara menggunakan palu godam untuk merusak patung Yesus yang sedang disalibkan, bahkan menghantam bagian kepala patung setelah jatuh dari salib.

Menurut laporan media Arab, patung tersebut berada di desa Debl, sebuah wilayah dengan komunitas Kristen di Lebanon selatan, dekat perbatasan dengan Israel. Pihak pemerintah setempat mengakui keberadaan patung itu di desa mereka, namun belum dapat memastikan kondisi kerusakannya secara pasti.

Setelah melakukan peninjauan awal, IDF menyatakan bahwa gambar tersebut memang menampilkan seorang prajurit yang tengah bertugas di wilayah tersebut. Militer Israel menegaskan bahwa mereka memandang kejadian ini sebagai hal serius dan tidak sesuai dengan nilai institusi.

Kasus ini kini ditangani oleh Komando Utara IDF melalui jalur internal komando. Pihak militer juga menyebutkan bahwa langkah disipliner akan dijatuhkan sesuai hasil penyelidikan.

Selain itu, Komando Utara disebut akan membantu komunitas Kristen setempat untuk memulihkan patung yang rusak tersebut.

Situasi di Lebanon memanas sejak konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran meluas pada awal Maret. Kelompok Hezbollah dilaporkan meluncurkan serangan ke Tel Aviv sebagai bentuk dukungan terhadap Iran. Sebagai balasan, Israel melakukan serangan besar ke berbagai wilayah Lebanon dan mengirim pasukan ke bagian selatan negara tersebut.

Meski gencatan senjata telah diberlakukan, pasukan Israel dilaporkan masih berada di sejumlah wilayah di Lebanon selatan hingga saat ini.