RedaksiHarian – Red Bull KTM melakukan peluncuran tim secara daring pada Senin (12/2/2024).

Tim pabrikan asal Mattighofen, Austria, ini masih mempertahankan kombinasi Brad Binder dan Jack Miller yang musim lalu mengumpulkan 15 podium dengan 2 kemenangan.

Sayangnya, dua kemenangan tersebut didapat KTM dalam sprint, alih-alih balapan grand prix pada hari Minggu yang menjadi puncak acara dan menawarkan poin terbesar.

Walau menjadi runner-up dalam kejuaraaan konstruktor, KTM menjadi 1 dari 2 pabrikan yang gagal menang pada balapan hari Minggu musim lalu.

Padahal potensi besar sempat ditunjukkan KTM pada seri keempat MotoGP Spanyol di mana Binder dan Miller meraih podium ganda dalam sprint dan lomba.

Catatan minor pada musim lalu menjadi dorongan bagi pabrikan oranye untuk mengejar mimpi utama mereka yang tetap dipasang dengan keyakinan yang sama yaitu juara dunia.

“Komitmennya sama kuatnya dengan ketika hari pertama,” ujar Hubert Trunkenpolz, petinggi KTM, seperti dilansir dari Speedweek.com.

“Kami tidak akan menyerah sampai kami memenangi gelarnya karena itu adalah sesuatu yang sangat kami dambakan dan kami akan meraih itu pada waktunya.”

Potensi Red Bull KTM sayangnya tertutupi dengan penampilan kurang menonjol saat tes pramusim pertama pada 6-8 Februari lalu di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Sorotan justru lebih tertuju kepada si Bocah Ajaib, Pedro Acosta, yang tampil menjanjikan jelang menjalani debut bersama tim satelit mereka, yakni Red Bull GASGAS Tech3.

Brad Binder selaku ujung tombak juga masih terpaut 0,6 detik dari catatan waktu lap terbaik yang dibukukan juara bertahan, Francesco Bagnaia (Ducati), dalam time attack.

Adapun Miller, yang kursinya menjadi panas karena kehadiran Acosta, makin tidak kelihatan dengan gap yang lebih dari 1 detik jauhnya.

Seusai Tes MotoGP Sepang Miller menuturkan bahwa mereka masih belum menemukan setelan optimal dengan peranti elektronik sehingga mudah kehilangan grip saat berakselerasi.

Hal ini yang menjadi masalah KTM untuk mendapatkan kecepatan satu lap yang baik.

Meski begitu, tentang progres dari pengembangan versi baru motor RC16, baik Binder maupun Miller sama-sama percaya diri.

“Pertumbuhannya meningkat: peringkat ke-11, 6, 6, dan 4. Saya tidak punya keraguan bahwa kami akan lebih baik daripada peringkat keempat,” ucap Binder.

Binder sempat menghadirkan harapan akan torehan gelar bagi KTM sebelum ketidakmampuan untuk finis secara konsisten di tangga podium menghalanginya untuk bersaing hingga akhir.

“Musim lalu sangat baik, tetapi juga ada beberapa momen sulit dan saya memiliki perasaan bahwa kami seharusnya bisa melakukannya dengan lebih baik,” imbuh Binder.

“Kami selalu tampil kompetitif di setiap seri dan selalu bersaing di zona podium. Kami bisa membuat perbedaan musim ini.”

Sedangkan Miller mengharapkan pencapaian yang lebih baik dari peringkat ke-11 pada musim perdananya bersama KTM di kelas para raja.

Miller menganggap musim kemarin sebagai fase pembelajaran.

Pada balapan seri terakhir di Valencia dia mampu unjuk gigi dengan memimpin balapan sebelum terjatuh sendiri dan gagal finis.

“Tentu saja. Kami nyaris menang pada hari terakhir tahun lalu tetapi itu tidak terjadi. Hal itu membuat saya makin lapar tahun ini,” pungkasnya.