RedaksiHarian – Prediksi tersebut dikatakan langsung oleh mantan pembalap Ducati sendiri yakni Danillo Petrucci.

Meski begitu, Petrucci memiliki keyakinan bahwa Ducati tak akan membiarkan pembalap seperti Marc Marquez pergi begitu saja.

Diketahui, kontrak Marquez bersama Gresini Racing hanya berlangsung selama satu musim sampai MotoGP 2024 berakhir.

Marquez berhasil menunjukkan perkembangan yang positif di atas DesmosediciGP dengan cepat beradaptasi.

Dia akhirnya mampu mencetak podium perdananya pada balapan utama di seri keempat pada MotoGP Spanyol 2024 dengan finis kedua.

Dengan begitu, desas-desus soal rumor Marquez berlabuh ke tim pabrikan Ducati mulai santer terdengar.

Petrucci meyakini bahwa Marquez akan berseragam tim resmi Ducati meskipun dirinya tak mendapatkan informasi tersebut dari orang dalam.

“Saya tidak punya informasi dari dalam, tapi saya punya firasat bahwa Marquez akan pergi ke sana (tim resmi Ducati),” kata Petrucci kepada GPOne dilansir Motorsport Espana.

“Saya tidak tahu apakah akan ada masalah dengan sponsor minuman berenergi (Marquez adalah rider Red Bull dan Ducati disponsori Monster).”

“Tapi dari apa yang saya pahami, yang saya rasakan untuk Enea (Bastianini). Gigi Dall’Igna tidak akan membiarkan pembalap seperti Marquez lolos.”

“Ia (Gigi) membawa Ducati meraih kemenangan karena ia tak kenal lelah dalam metode berpikirnya, dalam artian ia tak kenal lelah dalam mengejar tujuannya,” tutur Petrucci menjelaskan.

Petrucci menambahkan mengenai pria yang menjabat sebagai general manager Ducati Corse itu.

Pembalap asal Italia mengatakan bahwa Dall’Igna akan senang jika memiliki pembalap seperti Marquez.

“(Gigi) bisa disukai atau tidak disukai, tapi dia telah membawa Ducati menjadi referensi di MotoGP,” ucap Petrucci.

“Mengetahui cara berpikirnya, saya rasa ia ingin mengetahui apa yang bisa dilakukan oleh rider seperti Marquez dengan motornya,” jelasnya.

Namun, Petrucci juga mempertimbangkan faktor Bagnaia apakah ia menyukai jika Marquez akan menjadi rekans setimnya.

“Mengingat Pecco berada dalam momen yang luar biasa dan dia selalu membuat perbedaan saat dibutuhkan, saya tidak tahu apakah dia akan menyukai kedatangan Marc,” kata Petrucci.

“Mungkin itu juga sesuatu yang perlu dipertimbangkan di sini, sisi manusiawi di dalam paddock.”

“Mereka akan menjadi dua pembalap juara yang hebat, masing-masing melakukan tugasnya,” ujarnya.

Pada akhirnya, Petrucci yang pernah selama dua musim menjadi pembalap pabrikan Ducati itu merasa kasihan terhadap Enea Bastianini.

Enea Bastianini diperkirakan akan menjadi tumbal selanjutnya yang akan tersingkir dari persaingan dalam perebutan kursi di tim resmi Ducati.

Selain Marquez, dia juga harus bersaing dengan Jorge Martin yang cukup tampil konsisten sejauh ini.

“Saya merasa sangat kasihan pada Enea, karena menurut saya dia tidak tampil sebaik yang seharusnya dia lakukan tanpa cedera tahun lalu,” kata Petrucci.

“Saya rasa dia belum mencapai potensi penuhnya di tim pabrikan Ducati dan saya harap dia bisa melakukannya.”

“Jelas bahwa Martin ingin mengendarai motor itu, dan dia pantas mendapatkannya, karena saya juga ingin Marco Bezzecchi mengendarainya, saya mendorongnya.”

“Pada akhirnya saya pikir mereka (Ducati) akan mengevaluasi hasilnya, itu tidak akan mudah.”

“Tetapi satu-satunya hal yang saya harapkan adalah mereka tidak membuat keputusan yang terburu-buru, berdasarkan momen,” ucap Danillo Petrucci.