RedaksiHarian – Menteri Sosial Tri Rismaharini berupaya memberdayakan jualan nokenyakni tas tradisional khas Papua yang bisa dijual sebagai suvenir dari masyarakat Biak Numfor dalam rangka masyarakat setempat menyambut Sail Teluk Cendrawasih (STC).

Mensosdalam keterangannya disiarkan di Jakarta, Rabu, mengatakan STC adalah peluang yang harus dimanfaatkan karena agenda pariwisata yang melibatkan banyak turis adalah hal langka.

Sehingga ia memberikan bantuan agar desain menjadi lebih menarik.

“Ini peluang, kesempatan untuk dapatkan sesuatu untuk warga kita, Nanti saya akan bantu desain warna kalau mama-mama sudah bisa (buat noken),” kata Mensos saat berdialog dengan Wakil Bupati Biak Numfor Calvin Mansnembra.

Mensos mengajak para mama-mama yang hadir untuk bekerjasama dengan Kementerian Sosial dengan mengajukan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat noken.

Tak hanya memberikan bantuan, Mensos juga memotivasi para penerima manfaat agar mampu melihat peluang untuk meningkatkan kesejahteraan

“Kalau bisa jadi pemilik toko kenapa harus jadi penjaga. Mama-papa ini sebagai pioner yang nanti akan menjadi contoh yang lain,” ujar Mensos di hadapan para penerima manfaat yang hadir.

Mensos juga menjajaki kerjasama pemberdayaan dalam rangka menyambut Sail Teluk Cendrawasih (STC) yang akan dihelat pada November mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Mensosmelalui afiliasi Gereja Kristen Indonesia juga memberi bantuan berupa mesin produksi es batu berkapasitas 5 ton dan ayam petelur sebanyak 1.000 ekor.

Bantuan diterima langsung oleh Anggota Badan Pekerja Sinode Wilayah III, Pendeta Michael Kapisa. Pendeta Michael Kapisa mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan Mensos kepada masyarakat Biak Numfor.

Sebagai bentuk apresiasi, Pendeta Michael memberikan panggilan spesial untuk Mensos. “Saya ucapkan terima kasih atas perhatian ibu. Ijinkan kami semua panggil ibu jadi awin, artinya mama dalam bahasa Biak,” katanya.