
RedaksiHarian – Budiman Sudjatmiko resmi dipecat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) setelah sebelumnya menyatakan dukungan terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2024.
Lewat surat yang diteken langsung Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Budiman resmi tak lagi jadi kader PDIP mulai Kamis, 14 Agustus 2023.
“Memutuskan, memberikan sanksi organisasi berupa pemecatan kepada Sdr. Budiman Sudjatmiko , M.A. M.Phil dari keanggotan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan,” bunyi surat keputusan DPP PDIP , dikutip Pikiran-Rakyat.com pada Jumat, 25 Agustus 2023.
ADVERTISEMENT
Budiman Sudjatmiko mengaku telah menerima surat pemecatan sebagai kader PDI Perjuangan.
“Benar sudah saya terima (surat pemecatan PDIP ). Tadi pukul 20.00 WIB saya menerimanya,” ujar Budiman di Jakarta, kemari, dikutip dari Antara.
Ia mengungkapkan surat pemecatan itu ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PDIP , Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kemarin.
Meski begitu, aktivis prodemokrasi 90-an ini enggan untuk berkomentar lebih lanjut.
Ia hanya mengatakan bahwa dirinya berterima kasih kepada PDIP yang telah memberikan kesempatan untuk berkecimpung di dunia politik.
“Ini adalah pengakhiran dari satu episode dalam hidup saya dan memulai episode berikutnya. Bagian dari perjalanan saya sebagai manusia politik sejak saya remaja,” katanya.
Hal ini dibenarkan politikus PDIP Deddy Yevri Sitorus. Deddy menuturkan bahwa surat pemecatan Budiman sebagai kader PDIP telah dikirim sejak tadi siang.
“Yang saya dengar sudah, siang tadi suratnya diantar lewat kurir,” katanya.
Untuk diketahui, Budiman bersama Prabowo mendeklarasikan Kelompok Relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat, 18 Agustus 2023.
Pada kesempatan itu, Budiman blak-blakan mendukung Prabowo sebagai calon presiden dalam kontestasi Pilpres 2024. Dia mengaku kagum dengan pemikiran Prabowo yang ditulis dalam Buku “Paradoks Indonesia”.
“25 tahun yang lalu, Pak Prabowo menjalankan tugas negara, saya dan teman-teman menjalankan tugas sejarah. Dulu, terpaksa kita ada di kubu yang berbeda. Tapi setelah 25 tahun, saya terinspirasi setelah membaca Buku ‘Paradoks Indonesia’ yang diberikan oleh Pak Prabowo, ditulis oleh Pak Prabowo,” tutur Budiman usai Deklarasi Relawan Prabu, dikutip dari rilis media Gerindra.***