RedaksiHarianTerkait dengan kualitas udara , Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri pun meminta Pemerintah Indonesia untuk memastikan kualitas udara di Ibu Kota Nusantara ( IKN ), Kalimantan Timur, terjaga.

Megawati mengaku telah menyampaikan hal tersebut ke Presiden Joko Widodo ( Jokowi ). Hal itu dikatakannya saat bertemu dengan para budayawan dan seniman di Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada Rabu, 23 Agustus 2023.

“Saya bilang sama Pak Jokowi , Pak Jokowi IKN iku seger opo ora? ( IKN itu segar atau tidak)? Saya kalau sama beliau suka (berkomunikasi menggunakan) Bahasa Jawa,” katanya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara pada Kamis, 24 Agustus 2023.

ADVERTISEMENT

Menurut Megawati , ia ingin memastikan bahwa kondisi udara di IKN tidak sama dengan kualitas udara di Jakarta yang saat ini tercatat kian menurun. Presiden ke-5 Indonesia itu pun menilai bahwa IKN perlu ditanami dengan banyak pohon. Pasalnya, IKN berada di wilayah lahan gambut yang berpotensi memicu udara panas.

“Di Jakarta itu, saya sampai suka batuk-batuk, alergi debu lah, alergi polusi itu, aduh,” ujarnya.

“Orang itu (di IKN ) tanah gambut, aku bilang. Panas lho, jadi mesti ditanami pohon yang banyak lho,” ucap Megawati merujuk isi obrolannya dengan Jokowi .

Meksi demikian, Megawati menilai penanaman pohon di lahan gambut pun tidak mudah. Mengingat, kondisi airnya yang bersifat asam.

“Gambut itu airnya asam, bukan basa, jadi sulit untuk ditanami pohon,” tuturnya.

Jokowi mengatakan masalah polusi udara di Jakarta dan kota sekitarnya merupakan masalah yang sudah dialami selama bertahun-tahun. Sebelumnya, Jokowi pun menyebut bahwa memindahkan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur merupakan salah satu solusi untuk mengatasi polusi udara Jakarta.

“Salah satu solusinya adalah mengurangi beban Jakarta, sehingga sebagian nanti digeser ke Ibu Kota Nusantara,” katanya.

Selain itu, solusi lain yang disebut Jokowi adalah dengan kebijakan Pemerintah yang mendorong agar pembangunan transportasi massal di Jakarta dan sekitarnya segera selesai.***