
RedaksiHarian – Perwira menengah TNI AD Mayor Chk Dedi Hasibuan menjalani pemeriksaan disiplin di Polisi Militer Kodam (Pomdam) I/Bukit Barisan.
Sebelumnya, Mayor Dedi diperiksa di Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI dan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Puspomad). Dari hasil pemeriksaan, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Hamim Tohari mengatakan tidak menemukan adanya pelanggaran pidana dalam kasus Mayor Dedi.
“Setelah melalui pendalaman di Puspom TNI dan Puspomad, tidak ditemukan unsur pelanggaran pidananya sehingga diserahkan lagi ke Kodam I/Bukit Barisan,” kata Kadispenad saat dihubungi di Jakarta, Senin 14 Agustus 2023.
ADVERTISEMENT
Setelah itu, Mayor Dedi lantas diperiksa kembali namun oleh Polisi Militer Kodam (Pomdam) I/Bukit Barisan.
Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan Kolonel Inf. Rico Julyanto menyampaikan Mayor Dedi, yang berdinas di Satuan Hukum Kodam (Kumdam) I/Bukit Barisan masih menjalani pemeriksaan untuk dugaan pelanggaran disiplin.
Nantinya, hasil pemeriksaan Pomdam I/Bukit Barisan bakal menentukan ada atau tidaknya pelanggaran disiplin atas aksi Mayor Dedi beserta 13 prajurit TNI AD di Markas Polrestabes Medan , Sumatra Utara.
Danpuspom TNI Marsda Agung Handoko membeberkan secara rinci kronologi perkara Mayor Dedi Hasibuan gruduk Polrestabes Medan .
Mayor Dedi alias DFH disebutkannya, ingin meminta penangguhan penahanan keponakannya ARH, selaku tersangka kasus tanah.
Pada 3 Agustus 2023, kata Agung, Kakumdam I Bukit Barisan mengirimkan surat permohonan penangguhan penahanan ARH. Namun sayang, surat penangguhan tahanan itu tak langsung dijawab pihak Polrestabes Medan .
“Hingga 4 Agustus, ARH masih ditahan oleh pihak Polrestabes, maka DFH menanyakan jawaban surat penangguhan tersebut kepada Kasatreskrim. Dijawab lewat chat WA keberatan atas penangguhan penahanan tersebut karena ARH masih ada tiga laporan polisi yang berkaitan,” kata Agung.
Karena tidak ada jawaban tertulis, Agung menuturkan, pada 5 Agustus 2023, DFH bersama rekan-rekannya mendatangi Polrestabes Medan . Pada akhirnya, mereka bertemu dengan Kasatreskrim Polrestabes Medan .
“Sebelumnya sempat ditemui Kasatintel dan setelah pertemuan dengan Kasatreskrim di situ sempat terjadi perdebatan keras antara keduanya. Dan, di situ lah yang sempat viral,” ucap Agung.***