RedaksiHarian – Penyerang andalan Borneo FC Matheus Antonio de Souza Pato alias Mateus Pato keluar dari klub yang bermarkas di Kota Samarinda itu dan memilih berkiprah di Chinese Super League (CSL).

“Kami sudah melihat tanda-tanda kepergianPatosejak menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta sebelum Liga 1 dimulai,” kata ManajerBorneoFCDandriDauridi Samarinda, Rabu.

Saat itu, lanjutDandri,seorang agen pemain memintaPatountuk bergabung dengan tim di liga China, namun tawaran tersebut ditolak manajemen karenaPatoadalahstrikeryang sangat diandalkan klub saat ini.

“Kami menolak permintaan agen tersebut dengan alasan sudah melakukan persiapan menuju Liga 1 dan sudah sulit mendapatkan pemain baru sekelasPato,” jelasDandri.

Pemain asal Brazilitu sudah semusim bergabung dengan tim berjuluk “Pesut Etam” dan menjelma sebagai bintang baru bagi suporter BorneoFC karena kepiawaiannya dalam mencetak gol dan membawa kemenangan tim.

Penampilan Patodi Liga Indonesia pun cukup mengejutkan karena mampu menjadi pencetak gol terbanyak di musim kompetisi 2022/2023 atau di musim pertamanya bersama Borneo FC.

Danri menegaskan rencana kepindahan Pato itu sempat meredup saat Liga 1 mulai berjalan karena strikertersebut sempat menjalani tiga pertandingan bersama Borneo FC.

Namun, usai laga menghadapi Persis Solo, secara mengejutkan Pato kembali meminta izin untuk pergi dari Kota Samarinda. Laga melawan Persis Solo pun menjadi penampilan terakhir Patomembela klub.

“Kami sudah berusaha mempertahankan tetapi Pato memutuskan pergi. Jadi ini bukan karena kami ingin melepas tapi murni Pato yang menginginkannya,” tegas Dandri.

Nilai transfer serta gaji tinggi dari tim Tiongkok diduga menjadi salah satu alasan Pato meninggalkan Borneo FC.

Namun satu hal yang disesalkan adalah kepergian Pato terjadi saat bursa transfer pemain sudah akan berakhir yaitupada 29 Juli.

Kepergian Pato membuat Borneo FC kini hanya menyisakan satu strikeryakni Nur Hadiantodi saat klub menjalani persiapan laga kandang menjamu Barito Putra.

“Saat ini kami masih punya pemain asing yang bisa dimainkan sebagai striker. Jelle Goselink menjadi alternatifnya karena kami tidak mungkin mendapatkan pemain pengganti dalam waktu singkat saat bursa transfer hampir berakhir,” jelas Dandri.