RedaksiHarian – Insiden memilukan menimpa ratusan jemaah masjid yang tengah sholat ashar berjemaah, di Kota Zaria, Nigeria Utara, negara bagian Kaduna.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat 11 Agustus 2023 kemarin, dan dilaporkan memakan korban jiwa hingga menyebabkan beberapa orang cedera.

Berdasarkan keterangan dari Juru Bicara Dewan Emirat Zaria, Abdullahi Kwarbai, mulanya hanya empat jenazah yang ditemukan di balik reruntuhan masjid .

Setelah dilakukan proses evakuasi lebih lanjut, tiga korban ditemukan sudah tak bernyawa tertimbun puing-puing rumah ibadah tersebut.

“Awalnya empat jenazah ditemukan, kemudian tiga lainnya ditemukan setelah tim SAR menggeledah masjid yang runtuh itu,” ujar Kwarbai, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Al Jazeera pada Minggu, 13 Agustus 2023.

Saat ini, setidaknya ada 23 orang yang sudah dilarikan ke rumah sakit untuk diberi penanganan medis.

Pejabat negara mengatakan masjid itu dibangun pada tahun 1830-an. Di sisi lain, tragedi runtuhnya bangunan di Afrika Barat bukan kali ini saja dilaporkan oleh warga setempat.

Pihak berwenang sering menyalahkan bencana tersebut pada kegagalan pejabat untuk menegakkan peraturan keselamatan bangunan dan pemeliharaan yang buruk dan bahan konstruksi di bawah standar.

Menurut saksi mata Muhammed Tukur, saat itu dirinya tengah mengikuti sholat berjemaah bersama ratusan orang lainnya.

Tiba-tiba salah satu segmen di masjid tersebut runtuh saat jemaah hendak melakukan tahiyat awal.

“Kami sedang sholat ashar (sholat jam 4 sore). Kami baru saja menyelesaikan duduk di antara dua sujud dan akan melakukan tahiyat awal, dan saat itulah terjadi. Beberapa selamat tetapi yang lain, Allah tidak memberi mereka kesempatan. Itulah yang sebenarnya terjadi, bangunan itu runtuh menimpa mereka. Tapi pada akhirnya, kami memuji Allah karena dia melindungi kami,” katanya.

Sementara sehari sebelum kejadian, pihak berwenang mengatakan akan merenovasi masjid .

“Dan ketika Allah mengatur sesuatu terjadi, itu akan terjadi. Kemarin mereka mengatakan akan merenovasi dan meningkatkan masjid dan kemudian ini terjadi,” katanya.

Meski alami duka yang mendalam, Tukur berharap para jemaah wafat dalam keadaan terbaik saat menghadap Allah SWT.

“Kami percaya itu adalah waktu mereka untuk mati di tempat itu dan Tuhan akan menerima doa mereka,” ujar Tukur pada kantor berita Reuters.***