/photo/2022/10/20/641055534.jpg)
RedaksiHarian – Masalah ekonomi disebut sebagai pemicu peristiwa berdarah satu keluarga di Sukamaju Baru, Tapos, Depok . Polisi mengungkapkan pertikaian antara orang tua dan anak itu mulanya dipantik permasalahan internal terkait bisnis.
Diketahui, insiden berdarah di Depok telah menewaskan seorang ibu berinisial SW (43). Sementara itu si ayah BA (49) dan anak RA (23) menderita luka-luka benda tajam. Kapolsek Cimanggis, Kompol Arief Budiharso menduga kasus ini ada kaitannya dengan usaha kardus kemasan milik keluarga .
“Intinya, terjadi sedikit permasalahan internal keluarga itu. Korban ini punya usaha terkait pengelolaan kardus, packing kardus. Dikelola oleh keluarga tersebut, termasuk anaknya juga dilibatkan,” ujar dia, dikutip pada Jumat, 11 Agustus 2023.
ADVERTISEMENT
Menurut Arief, RA bersikap tidak transparan perihal masalah keuangan perusahaan. Sehingga, ketika si ayah ingin membenahi persoalan, pertikaian keduanya tak dapat dihindarkan.
“Tetapi dalam perjalanannya, menurut informasi dari yang bersangkutan (bapaknya), ada masalah terkait pengelolaan keuangan dari usaha tersebut. Ayahnya ingin membenahi jangan sampai ada masalah dalam bisnis itu,” kata Arief.
Dia melanjutkan, terduga pelaku berinisial RA yang merupakan anak dalam keluarga itu, telah dimandati sang ayah untuk menjadi penerus usaha keluarga produsen kemasan kardus. Usaha belum sepenuhnya diturunkan, RA justru telah menimbulkan masalah bagi bisnis orang tuanya.
“Iya, sebagai penerusnya kan diajarkan untuk mengelola bisnis, bagaimana caranya, bagaimana dengan supply, penjualan, dan lain-lainnya,” ucap Arief.
Hingga kini, Arief menyebut bahwa pihaknya masih terus mendalami bukti-bukti, salah satunya pemeriksaan terhada rekaman CCTV di lokasi kejadian. “Ini kita cek, kayaknya tadi ada CCTV. Tapi saya belum lihat di dalam, kalau di luar ada,” kata dia.
Satu keluarga ditemukan bersimbah darah di dalam rumah yang berlokasi di Tapos, Kota Depok . Menurut keterangan Kapolsek Cimanggis Kompol Arief Budiharso, temuan tersebut bermula saat kepolisian menerima laporan dari masyarakat soal dugaan penganiayaan di dalam rumah tersebut pada 10 Agustus 2023 pagi.
“Kronologinya jam 09.30 WIB itu masyarakat mendengar ada teriakan dari dalam rumah. Kemudian warga mencoba masuk,” katanya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJ News pada Kamis, 10 Agustus 2023.
Ada tiga anggota keluarga yang ditemukan bersimbah darah, satu di antaranya tewas, yakni seorang wanita berinisial SW berusia 43 tahun. Sementara itu, seorang pria berinisial BA berusia 49 tahun, dan seorang anak berinisial RA berusia 23 tahun ditemukan dalam kondisi luka-luka.
“(korban) meninggal itu ibunya, dan luka itu bapaknya. Saya sudah cek tadi bapaknya luka pada bagian kepala dan tangan. Kalau untuk ibunya secara detail saya belum lihat,” ujarnya. ***