RedaksiHarian – Manny Pacquiao telah kembali berlatih untuk pertarungan tinju ekshibisi menghadapi jawara muaythai asal Thailand, Buakaw Banchamek, pada 20 April 2024.

Adapun Conor McGregor telah mempersiapkan comeback-nya ke UFC sejak duel terakhir pada Juli 2021 dengan kembali mendaftarkan diri untuk pengujian doping.

Soal tanggal pertarungan, mantan juara dua divisi UFC ini mengincar 29 Juni 2024 dengan eks juara kelas ringan Bellator, Michael Chandler, sebagai lawan tanding.

Jika waktunya cocok, bukan tidak mungkin jalur dua petarung megabintang dari disiplin yang berbeda ini akan bersilangan.

Agen sekaligus penasihat Pac-man, Sean Gibbons, melihat rencana pertarungan antara kliennya dan McGregor sebagai salah satu kemungkinan.

“Saya tentu (melihat kemungkinan Pacquiao kembali bertarung secara profesional),” ucap Gibbons, dikutip dari BoxingScene.com.

“Salah satu pertarungan yang orang-orang perbincangkan sejak lama adalah Manny Pacquiao versus Conor McGregor.”

“Itu akan menjadi pertandingan yang sensasional di Arab Saudi, mari kita wujudkan. Arab Saudi akan menjadi lokasi yang bagus untuk melakukannya.”

Sayangnya, rencana pertarungan ini terancam tertunda setelah McGregor menghadapi kendala dalam menyelesaikan urusannya di UFC terlebih dahulu.

Saat McGregor berharap tampil pada bulan Juni, Dana White selaku Presiden UFC justru menyebut musim gugur sebagai target untuk menggelar duel The Notorious lagi.

Musim gugur di Amerika Serikat biasanya berlangsung dari bulan September hingga November. White bahkan membuka kemungkinan untuk penundaan lagi.

“Semoga tahun ini,” ucap White kepada The Pat McAfee Show. “Tidak ada tanggal pasti. Saya harap musim gugur nanti. (Semoga) kita bisa menyelesaikannya untuk musim gugur.”

McGregor berpendapat sebaliknya. Setidaknya saat dia menulis kicauan di Twitter pada Minggu (11/2/2024) malam waktu setempat.

“Super Bowl adalah salah satu acara olahraga terbesar bagi teman-teman saya di Amerika Serikat, hanya kalah dari kembalinya Mac (McGregor) pada musim panas ini.”

“Semoga beruntung bagi 49ers dan Chief, sisakan sesuatu di Vegas untuk saya,” tulis McGregor merujuk final Liga Football Amerika antara Kansas City Chief dan San Francisco 49ers.

Kicauan di akun pribadi @TheNotoriousMMA itu sayangnya telah dihapus McGregor. Seperti biasanya. Namun, pernyataannya telah menimbulkan spekulasi.

Mantan petarung UFC, Brendan Schaub, memperkirakan bahwa perbedaan pendapat ini ada hubungannya dengan upaya pihak Dana White untuk memperpanjang kontrak McGregor.

“Hipotesis skeptis saya adalah McGregor punya 1 atau 2 laga tersisa dalam kontraknya dengan UFC,” ucap Schaub, dilansir dari LowKickMMA.

“UFC tidak pernah membiarkan petarungnya bertanding sampai kontraknya habis terutama jika dia seorang megabintang seperti Conor.”

“Manny Pacquiao kembali dari masa pensiun dan lawan nomor satu yang ingin dihadapinya ialah Connor McGregor.”

“Saya rasa McGregor berpikir bahwa dia akan melawan Chandler lalu menghadapi Manny Pacquiao tetapi UFC melarang karena mereka harus membahas kesepakatan baru.”

McGregor sebenarnya sempat digadang-gadang akan menghadapi Pacquiao sejak sebelum duel ulangan dengan Dustin Poirier di UFC.

Apes, setelah kalah di laga kedua, McGregor malah cedera saat berniat kembali mengungguli Poirier dalam rekor pertemuan di laga ketiga.

McGregor sendiri tidak punya waktu lama. Sean Gibbons selaku manajer Pacquiao merasa bahwa juara dunia delapan divisi ini hanya punya waktu setahun untuk bertinju lagi.

“Dia masih punya waktu setahun lagi. Dia hanya ingin bertarung. Manny merasa bahwa kondisinya luar biasa,” ucap Gibbons.

“Dia berlatih untuk pertarungan ekshibisi tetapi semoga itu akan membawanya menuju sesuatu yang lebih besar dan lebih baik.”

Selain McGregor, Pacquiao juga diisukan dengan isu laga ulangan dengan Floyd Mayweather Jr. serta laga kompetitif dengan petinju juara dunia yaitu Gervonta Davis dan Ryan Garcia.

Di usianya yang mencapai 45 tahun, Pacquiao tidak ragu untuk menghadapi jawara tinju yang jauh lebih muda.

Dengan Gervonta Davis yang usianya 16 tahun lebih muda, Pacquiao pun siap meladeninya.

“Gervonta Davis adalah petarung yang bagus,” ucap Pacquiao pada Oktober lalu tentang juara dunia tiga divisi dengan rekor tak terkalahkan 29-0 ini.

“Dia dia bisa bertarung di kelas 147 pon, kita bisa bertarung, atau mungkin 145 pon (kelas welter). Itu tak masalah buat saya. Saya adalah petarung berpengalaman.”