
RedaksiHarian – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Elon Musk tidak pernah menanam investasi di Malaysia dan negara lainnya.
Luhut menjelaskan, kabar investasi Tesla di Malaysia adalah tidak benar. Yang sebenarnya terjadi adalah Elon Musk menjual mobil Tesla di sana.
” Tesla di Malaysia tidak ada investasi, itu hanya jualan mobil,” ucap Luhut saat di Istana Kepresidenan, dikutip Selasa 15 Agustus 2023.
ADVERTISEMENT
Ia menegaskan bahwa Indonesia bisa saja seperti Malaysia , menjual mobil Tesla . Namun, tujuan Indonesia lebih dari itu.
“Kitapun kalau mau jadi agen penjualan mobil bisa saja, tapi bukan itu tujuan kita,” kata Luhut, di akun Instagram pribadinya.
Perusahaan milik Elon Musk tersebut memutuskan untuk investasi di negara tetangga, Malaysia daripada Indonesia.
Hal ini dikatakan oleh Perdana Menteri Malaysia , Anwar Ibrahim dalam keterangan resminya. Sang PM baru saja mengadakan pembicaraan dengan Elon Musk.
Menurut Anwar, Elon Musk menyatakan Tesla ingin berinvestasi di Malaysia . Mereka juga ingin membuat layanan komunikasi satelit SpaceX.
“Saya menyambut baik minat dan keputusan perusahaan untuk berinvestasi di Malaysia . Serta kesediaan Elon Musk untuk datang ke Malaysia ,” kata Anwar Ibrahim dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Channel News Asia pada Sabtu, 15 Juli 2023.
Anwar menjelaskan Malaysia sudah menyetujui proposal dari Tesla untuk menjual mobil listrik di sana. Tesla akan langsung mengimpor produknya dari Amerika untuk datang ke negara Asia Tenggara tersebut.
Tak hanya di Malaysia , Elon Musk juga disebutkan telah berinvesitasi di India.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan beri tanggapan rencana Tesla tersebut. Menurutnya, apa yang dikatakan oleh Elon Musk itu sesuatu yang salah.
Ia menyatakan jika di India, Tesla hanya akan membangun showroom mobil listrik saja. Bukan mendirikan pabriknya di sana.
“Enggak, enggak ada. Mereka itu cuman buka showroom,” tuturnya menjelaskan.
Luhut juga memastikan jika Tesla dan pihak Indonesia sudah terikat kesepakatan. Tahapannya saat ini masih dalam proses negosiasi.
“Kalau dengan Tesla kita masih terikat dengan non-disclosure agreement (NDA). Meksiko itu backyard mereka, tentu mereka membangun di sana,” tuturnya lagi.***