RedaksiHarian – Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mengajukan usulanPenyertaan Modal Daerah (PMD) 2024 harus dibuat secara terukur dan tepat sasaran agar rencana kerja bisa lebih matang.

“PMD2024 harus dibuat terukur dan tepat sasaran agar rencana kerja bisa disusun lebih matang,”kata Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail di Bogor, Rabu.

Ismailmenyampaikan amanat itu kepada tiga mitra BUMDyang mengusulkan PMDyakni PT Jakarta Propertindo(Jakpro), PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, dan PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida).

Dia mengarahkan agar ketiga BUMD membuat garis waktu (timeline) untuk melaporkan progres pekerjaan.

Dengan cara itu diharapkanDPRD DKI bisa melakukan pengawasan dan evaluasi agar penyerapan anggaran lebih optimal.

Timeline juga bisa menjadi acuan kami dalam melakukan fungsi pengawasan dan evaluasi dari penyerapan anggaran,” ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Iwan Takwin menjelaskan pihaknya mengusulkan PMD sebesar Rp2,5 triliun dalam Raperda APBD tahun anggaran 2024.

Dikatakan PMD itu nantinya akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan LRT fase 1B rute Velodrome-Manggarai yang ditargetkan rampung 2024.

“Aktivasi stasiun sampai Pramuka untuk kemudian kami melakukan uji operasi(trial operation), dan juga menyelesaikan infrastruktur jalan dan jembatan sampai Manggarai,” ujar Iwan.

Kemudian, Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat menjelaskan PMD yang diajukan tahun 2024 sebesar Rp5,1 triliun untuk tiga program prioritas.

Disebutkan program itu untuk melanjutkan pembangunan MRT fase 2A dari Bundaran HI hingga Kota, memulai pembangunan MRT Fase 2B dari Kota ke Ancol, dan perencanaan MRT Fase 3 Timur-Barat.

“Pertama Fase 2A yang saat ini pembangunannya baru 26 persen dan kita lanjutkan di tahun 2024, kedua, memulai fase 2B Kota ke Ancol yang bentuknya kajian,” tutur Tuhiyat.

Lebih lanjut, ketiga, secara paralel pihaknya melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking)pembangunan Timur-Barat dari Ujung Menteng sampai Tomang yang panjangnya 24,5 kilometer.

Lalu, Direktur Utama PT Jamkrida Jakarta Agus Supriadi mengatakan PMD yang diajukan Rp200 miliar akan digunakan untuk pengembangan bisnis dan peningkatan kemampuan penjaminan di tahun 2024.

“Dengan PMD, tentu kami akan membuat inovasi mengedepankan pelayanan penjaminan pembiayaan dengan terus mengembangkan sistem house to house bersama mitra perusahaan dan sistem daring untuk penjaminan,” tutupnya.