
RedaksiHarian – Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menilai pelaksanaan ibadah haji di Indonesia perlu diperketat dalam hal kuota perorang. Menurutnya, satu orang tidak boleh berangkat haji lebih dari satu kali.
Wacana larangan ini akan selanjutnya ia angkat kepada pihak-pihak berwenang di pemerintahan, supaya lantas dibahas dan dijadikan kebijakan resmi. Hal ini, kata Menko PMK merupakan salah satu upaya memangkas lamanya antrean keberangkatan haji.
“Wacana ini perlu dibahas karena jemaah haji yang semakin menua berimplikasi terhadap kesehatan,” kata Muhadjir, dari laman resmi Kemenko PMK, Sabtu, 26 Agustus 2023.
ADVERTISEMENT
Dengan demikian, kata Muhadjir, perizinan haji bagi tiap individu terbatas meski hartanya bisa mengantarkan ia ke tanah suci hingga puluhan kali. Saran darinya, kesempatan selanjutnya lebih bijak apabila diberikan kepada masyarakat yang belum menunaikan rukun Islam terakhir itu.
Wacana tersebut muncul dalam pernyataan Muhadjir ketika dirinya didapuk menjadi pembicara kunci, dalam Seminar Nasional Kesehatan Haji. Agenda ini diselenggarakan oleh Kedeputian Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK, Kamis, 24 Agustus 2023.
Ia mengatakan, hasil seminar tersebut supaya direkomendasikan dan diimplementasikan oleh pemerintah. Sebab hal ini akan memberi dampak baik nan signifikan terhadap peningkatan pelayanan haji, khususnya di sektor kesehatan.
Persoalan kesehatan yang semakin kompleks ke depannya sedikit banyak dipicu oleh semakin masifnya jumlah jemaah haji lanjut usia (lansia). Kondisi yang sudah tak lagi bugar, gerak tubuh melambat, dan segala penyakit bawaan begitu memperihatinkan bagi jemaah haji, mengingat ritual ibadah ini memerlukan fisik yang prima.
“Semakin banyak yang lansia karena antrian yang panjang. Itu masalah serius yang harus dipersiapkan,” ujarnya.
Dilihat dari data penyelenggaraan haji pada 2023, ada sekitar 43,78 persen jemaah berusia lebih dari 60 tahun. Kemudian, jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia saat ibadah haji , di tahun yang sama mencapai 774 orang atau 3,38 permil dengan mayoritas berumur lansia.
Hal itu juga dijelaskan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, ketika ia menutup penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten pada Sabtu, 5 Agustus 2023 lalu.
Menurutnya, pelaksanaan haji tahun ini berjalan dengan lancar dengan menyambut kedatangan 355 petugas haji yang telah bertugas lebih dari 60 hari di Arab Saudi.
Menag mengatakan, berdasarkan data dari Siskohat hingga akhir masa operasional haji, sebanyak 773 jemaah wafat yang terdiri dari 752 jemaah haji reguler, 18 jemaah haji khusus, dan tiga jemaah haji furoda.
Yaqut Cholil menambahkan, masih ada 77 jemaah yang masih dirawat di RS Arab Saudi. Terkait jemaah haji yang sakit itu, ia mengatakan, Kemenag melalui Kantor Urusan Haji (UH) akan terus melakukan pendampingan. Kemudian, apabila jemaah haji yang sakit sudah dinyatakan sembuh, pihaknya akan mengurus kepulangannya nanti.
Dalam keterangannya ia mengatakan, jumlah jemaah haji yang wafat tahun ini merupakan jumlah tertinggi dalam penyelenggaraan haji yang terhitung sejak 2015. ***