RedaksiHarianTerhitung hampir dua pekan sudah kualitas udara di Jakarta masih berada dalam kategori buruk. Seperti pada hari ini, Senin, 28 Agustus 2023, kualitas udara Jakarta disebut sebagai udara terkotor kedua di Dunia.

Dikutip dari laman IQAir pukul 09.00 WIB, US air quality index (AQI US) atau indeks kualitas udara di Jakarta tercatat di angka 146 dan dikategorikan sebagai udara yang tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Jakarta berada di posisi kedua setelah Dubai dengan US air quality index (AQI US) 173.

Adapun konsentrasi polutan tertinggi dalam udara DKI Jakarta hari ini PM 2.5 dengan nilai 60,8. Konsentrasi tersebut 11 kali nilai panduan kualitas udara tahunan World Health Organization (WHO).

ADVERTISEMENT

Sedangkan cuaca di Jakarta pada pagi ini berkabut dengan suhu 24 derajat celsius, kelembapan 89 persen, gerak angin 5,5 km/h, dan tekanan sebesar 1009 milibar.

Kualitas udara yang tidak sehat ini pun diprediksi bakal terus terjadi hingga 29 Agustus 2023 mendatang. Untuk itu, masyarakat Kota Jakarta pun direkomendasikan untuk mengenakan masker, menghidupkan penyaring udara, menutup jendela, hingga mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Guru Besar teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) Puji Lestari memberikan sejumlah solusi untuk mengatasi polusi udara di DKI Jakarta . Sang pakar menyebutkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

Puji menjelaskan keempat cara ini sudah dites apakah akan efektif untuk kurangi polusi . Hasil pengetesan menunjukkan jika memang terjadi penurunan emisi ketika kebijakan diterapkan.

Banyak dari cara-cara yang Puji tawarkan berkaitan dengan sistem transportasi di DKI Jakarta . Salah satunya adalah pembatasan usia mobil.

Menurutnya, mobil-mobil yang sudah melebihi batas usia bisa dibongkar dan langsung dihancurkan.

“Bisa menerapkan solusi scrapping system (sistem pembongkaran) yaitu memusnahkan kendaraan yang melebihi batas usia pakai yang ditetapkan,” tuturnya mengutip dari Antara pada Minggu 27 Agustus 2023.

Selain itu solusi lainnya bisa dilakukan juga untuk mengurangi polusi berkaitan dengan transportasi masyarakat. Menurut Puji, kendaraan penumpang seperti bus, truk, atau sepeda motor harus sudah lolos standar emisi Euro 4.

Menurutnya, jika Euro 4 sudah diimplementasikan dengan baik, emisi yang akan dihasilkan oleh kendaraan umum serta pribadi bisa berkurang.

“Euro 4 itu juga terkait dengan teknologi kendaraan dan bahan bakar yang digunakan. Jadi harus support, jangan mesinnya Euro 4 tapi bahan bakarnya biasa,” tutur dia.

Menurut Puji segala kebijakan di atas merupakan hasil penyempurnaan penelitian sebelumnya. Dia menyatakan untuk saat ini, sektor transportasi masih jadi penyumbang utama polutan terbesar di DKI Jakarta .

“Perlu ada implementasi kebijakan agar dapat secara efektif dan simultan mengurangi tingkat polusi di Jakarta ,” ucapnya.***