redaksiharian.com – Dikutip dari kantor berita Antara, dalam kunjungan kerja meninjau kesiapan Bali dalam KTT ke-17 G20 Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menyebutkan bahwa penyelenggaraan konferensi ini menjadi awal gerakan konversi kendaraan listrik di Indonesia.

“Jadi mulai dari G20 ini menjadi awal dari proses konversi mobil listrik di Indonesia. KTT G20, selain untuk pertemuan internasional kita juga mulai hal yang baru untuk mobil listrik dan kendaraan motor listrik,” paparnya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali pada Selasa (30/8/2022).

“Saya kira mobil listrik ini adalah salah satu langkah dalam rangka menanggulangi masalah BBM,” tandasnya.

Sedangkan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan pemerintah memang serius untuk mulai mengubah penggunaan kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik.

“Sebagaimana sudah disampaikan Bapak Wapres, nanti APBN akan mengarah pada penggunaan mobil, motor, bus listrik agar Jakarta atau Indonesia udaranya tambah baik dan juga itu akan mengurangi impor energi kita sehingga dengan begitu kita tidak akan tergantung lagi kepada luar terlalu banyak,” ungkapnya dalam peninjauan SPKLU bersama Wakil Presiden RI.

“Perintah Presiden di rapat, kita sudah mulai konversi motor dan mobil listrik terus mulai tahun ini sampai 2030. Kami berharap 2030 Indonesia akan sangat-sangat berkurang menggunakan motor dan mobil listrik, berharap Jakarta udaranya makin bersih untuk kesehatan kita semua,” tandasnya.

Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan.

Dalam peta jalan kendaraan listrik ditargetkan ada 2 juta unit kendaraan listrik mengaspal di jalanan Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.

Berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hingga Juli 2022, jumlah kendaraan listrik yang telah mendapatkan sertifikasi registrasi uji tipe ada sebanyak 22.671 unit. Angka itu mengalami peningkatan sebanyak 41,16 persen atau setara 6.611 unit bila dibandingkan jumlah kendaraan listrik pada Maret 2022 yang hanya mencapai 16.060 unit.