RedaksiHarian – Dewan Bisnis Pariwisata Afrika Selatan (Tourism Business Council of South Africa/TBCSA) berharap Konferensi Tingkat Tinggi aliansi limanegara berkembang yankni Brazil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan atau KTT BRICS mendatang dapat meningkatkan pendapatan pariwisata Afrika Selatan.

CEO TBCSA Tshifhiwa Tshivhengwa mengatakan kepada Xinhua dalam sebuah wawancara bahwa mereka ingin KTT tersebut mendatangkan lebih banyak wisatawan.

“Ini adalah acara besar. Kami berharap dapat meningkatkan pariwisata kami. Pemesanan ruang konferensi, restoran, dan hotel akan menghasilkan banyak pendapatan,” kata Tshivhengwa.

Menurut Tshivhengwa, KTT BRICSperlu melihat hingga wilayah tradisional yang mendatangkan wisatawan.

“Kitaperlu fokus pada negara-negara seperti China untuk membawa lebih banyak wisatawan ke negara ini,” katanya.

Ia menambahkan,Afrika Selatan harus mempermudah wisatawan China untuk bepergian ke negara itu.

Menurut Tshivhengwa, sekitar 93.000 wisatawan China mengunjungi Afrika Selatan pada 2019. Pandemi mengganggu pariwisata, meskipun Afrika Selatan berupaya menarik wisatawan dari China.

Departemen Pariwisata melaporkan, pada kuartal I-2023, belanja asing langsung meroket menjadi 25,3 miliar rand atau Rp20,3 triliun, melonjak 143,9 persen dari tahun sebelumnya.

“Acara selalu menjadi pendorong terbesar wisatawan. Orang mungkin datang ke suatu acara untuk pertama kalinya, dan mereka ingin datang lagi untuk menikmati negara itu. Beberapa delegasi datang bersama keluarganya,” tuturnya.