RedaksiHarian – Korea Selatan menghubungi China terkait ratusan paket mencurigakan yang diterima di seluruh negeri.
“China telah menerima permintaan bantuan dari Korea Selatan, dan sedang melakukan penyelidikan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning pada Senin, seperti dilaporkan harian Global Times.
Mao mengatakan China akan terus berkomunikasi dengan Korea Selatan terkait isu ini.
Hampir 700 paket mencurigakan diterima di berbagai daerah di Korea Selatan selama seminggu terakhir, hingga memicu kekhawatiran bahwa paket tersebut mungkin berisi bahan berbahaya atau beracun.
Namun, Kantor Koordinasi Kebijakan Pemerintah Korea Selatan mengatakan bahwa tidak ada zat beracun atau berbahaya yang ditemukan dalam paket-paket tersebut.
“Kami telah mengonfirmasi bahwa tidak ada kecurigaan terkait terorisme, karena tidak ada ancaman terorisme, intelijen terkait, atau korban jiwa,” kata kantor tersebut dalam sebuah pernyataan.
Kantor itu juga menyatakan bahwa penyelidikan bersama sedang dilakukan dengan Interpol dan badan investigasi luar negeri lainnya.
Dari total 2.141 laporan terkait pengiriman paket mencurigakan yang diajukan ke polisi, 679 kasus telah diselidiki, tetapi tidak termasuk laporan palsu.
Kantor berita Yonhap melaporkan bahwa Seoul sedang mempertimbangkan kemungkinan adanya brushing scam—yaitu paket yang tidak dipesan oleh seseorang tetapi dikirim dari luar negeri dengan tujuan menulis ulasan palsu.
Sumber: Anadolu