/photo/2023/03/01/1152393866.jpg)
RedaksiHarian – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengawal serta kasus kematian Advent Pratama Telaumbauna, salah seorang siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling, Lampung .
Kematian yang tercatat pada 15 Agustus 2023 itu diawasi Kompolnas hingga Ketua Harian, Benny Mamoto dan anggotanya Poengky Indarti turun langsung ke Polda Lampung , ikut dalam setiap proses penyelidikan.
Melalui unggahan media sosial Kompolnas, Rabu, 23 Agustus 2023, keduanya tampak hadir mengikuti konferensi pers Kapolda Lampung Irjen Polisi Helmy Santika. Dalam agenda itu, kian terang kasus kematian siswa SPN Kemiling tersebut.
“Disampaikan (polisi) kepada kami, pemeriksaan saksi-saksi. Propam periksa 47 orang, Ditreskrimum periksa 49 orang terkait peristiwa meninggalnya Advent. Kemudian, pemeriksaan TKP, rekonstruksi, dan lain-lain,” kata Poengky, saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu malam, 23 Agustus 2023.
Poengky juga menyampaikan bahwa scientific crime investigation dilibatkan untuk mendukung bergulirnya proses penyelidikan dan pendalaman kasus kematian Advent Pratama Telaumbauna.
Adapun pihak penyidik Polda Lampung saat ini masih harus menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Adam Malik Medan. Autopsi diyakini menjadi kunci untuk membuka penyebab kematian sebenaranya.
“Kita tunggu saja hasil autopsi . Kompolnas optimistis Polda Lampung akan melakukan penyelidikan secara profesional dan hasilnya akan disampaikan secara transparan kepada keluarga almarhum dan publik,” ujar Poengky.
Seorang siswa SPN Kemiling bernama Advent Pratama Telaumbauna yang sedang menjalani Pendidikan Bintara Polri dilaporkan meninggal dunia diduga karena kelelahan usai apel siang di lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling, Polda Lampung . Advent jatuh pingsan saat masih dalam barisan dan sempat mendapat pertolongan pertama hingga kemudian dilarikan ke rumah sakit.
Keluarga lantas ingin menindaklanjuti kasus kematian ini lantaran mengendus adanya kejanggalan. Untuk itu, Polda Lampung memeriksa sebanyak 30 orang saksi terkait kematian korban.
“Dalam proses penyelidikan kasus ini (kematian siswa SPN), ada 30 orang yang sudah kami periksa,” kata Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Polisi Helmy Santika kepada awak media di Mapolda Lampung , Rabu, 23 Agustus 2023.
“Semua yang terkait sudah kami ambil keterangannya,” kata Kapolda lagi.
Saksi-saksi tersebut, diantaranya, rekan-rekan Advent Pratama di SPN Kemiling yang menolong korban dari awal kejadian hingga korban berada di Rumah Sakit Bhayangkara. Helmy menambahkan, saat ini pihaknya sedang menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Adam Malik, Medan, Sumatera Utara.
“Kami masih tunggu hasil autopsinya guna dicocokkan dengan olah TKP. Intinya hal ini agar tidak ada spekulasi dan bias dalam penanganan peristiwa ini sehingga semua sepakat menunggu hasil autopsi ,” ucap dia. ***