redaksiharian.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 2023 menyiapkan program untuk menghadirkan sistem siaran televisi digital atau disebut Digital Broadcasting System (DBS) di 113 wilayah blank spot yang sebelumnya tidak dapat terjangkau oleh layanan siaran televisi analog.

Adapun wilayah blank spot mengacu pada daerah-daerah yang sebelumnya hanya bisa mengakses siaran televisi melalui layanan parabola dan TV berlangganan.

Menurut Gery, kondisi itu tentunya mengharuskan masyarakat di wilayah blank spot merogoh kocek yang cukup dalam karena harus memiliki infrastruktur yang mahal.

Pemerintah Indonesia pun sebelumnya sudah membahas potensi kerjasama dengan pemerintah luar negeri seperti Perancis terkait pengadaan Digital Broadcasting System (DBS).

Hal itu dibicarakan dalam pertemuan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G.Plate dan Menteri Perdagangan Luar Negeri Perancis Olivier Becht pada Rabu (21/9/2022).

Menkominfo menyebutkan bahwa teknologi DBS sudah disiapkan untuk bisa dikerjakan lewat kerjasama Perancis dan Indonesia serta sudah memasuki tahapan pembahasan teknis untuk akhirnya menuju ke persetujuan kontrak kerjasama.

Pemerintah Indonesia di tengah transformasi digital juga mengupayakan agar siaran digital secara nasional bisa terimplementasi dengan baik.

DBS merupakan salah satu cara Pemerintah untuk menghadirkan siaran televisi digital yang lebih merata bagi masyarakat di Indonesia.

Analog Switch Off hingga Jumat (23/9/2022) tercatat sudah terjadi di 18 wilayah siaran televisi, pada 5 Oktober disiapkan kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) juga akan menyambut ASO.

Secara nasional, ASO akan berlangsung pada 2 November 2022 mengikuti regulasi yang telah disepakati oleh para seluruh pemangku kebijakan. [Antara]