/photo/2023/08/16/165491417.jpeg)
RedaksiHarian – Massa mengatasnamakan Koalisi Ibukota menggelar aksi damai di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Agustus 2023 pagi. Mereka menyuarakan kekecewaan terhadap pemerintah karena dinilai tidak serius mengatasi persoalan kualitas udara.
Aksi gabungan yang diikuti oleh 10 komunitas dengan jumlah peserta puluhan orang. Mereka membawa poster bernada kekecewaan dan topeng serta masker udara.
Koordinator aksi sekaligus perwakilan Walhi DKI Jakarta Bagas Okta Pribakti mengungkap kualitas udara di Jakarta masuk dalam kategori tidak sehat. Udara buruk di Jakarta membahayakan kesehatan masyarakat khususnya bagi anak-anak maupun lansia. Dari sisi ekonomi dapat menurunkan produktivitas pekerja.
ADVERTISEMENT
“Jakarta selalu masuk ke dalam ranking 10, yang pasti Jakarta selalu menempati ranking teratas kota dengan kualitas udara terburuk,” kata Bagas Okta Pribakti di sela-sela aksi.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan meningkatnya polusi udara , berencana menerapkan kebijakan seperti Work From Home (WFH) bagi pegawai hingga uji emisi. Dalam kacamata Bagas, penyumbang terbesar polusi bukan berasal dari individu, melainkan industri.
“Pemerintah selalu memberikan solusi ke rakyat untuk aksi-aksi individualis. Padahal polutan terbesar bukan hanya di masyarakat tetapi di industri yang besar,” ujarnya.
Ia menyinggung Citizen Lawsuit (CLS) mengenai Hak Udara Bersih yang telah dimenangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 16 September 2021. Adapun aksi tersebut membawa empat tuntutan.
Pertama, mendorong reformasi kebijakan dan keterbukaan informasi publik terkaitindustri, pabrik, dan PLTU batubara penyumbang polusi udara . Kedua, meminta para tergugat dan turut tergugat menjalankan putusan CLS.
Ketiga, meminta pemerintah berhenti mencari alasan untuk melepas tanggung jawab pengendalian polusi udara . Terakhir, meminta pemerintah berhenti memberikan solusi palsu dalam upaya memulihkan kualitas udara Jakarta.
Adapun aksi berlanjut dengan audiensi bersama DPRD DKI Jakarta. Saat ini audiensi tengah berlangsung yang dihadiri perwakilan aksi dan anggota dewan.***