RedaksiHarian – Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) menyalurkan bantuan alat tangkap kepada nelayan di Kota Sorong, Papua Barat Daya sebagai bagian dari upaya peningkatan daya tangkap nelayan di wilayah ini.Kepala Balai Besar Pengujian Penyerapan Produk Perikanan KKP RITrisna Ningsi, di Sorong, Rabu, menjelaskan KKPmemiliki program yang namanya pemberdayaan dan sekaligus peningkatan kapasitas daya tangkap nelayan untukmendorong pemenuhan kebutuhan ekonomi nelayan.”Sehingga, oleh kementerian bekerja sama dengan anggota DPR RI Komisi X Robert Kardinal sebagai mitra menyalurkan bantuan kepada nelayan di Kota Sorong,” ujarTrisna Ningsi.Bantuan yang disalurkan kepada para nelayan melalui tiga koperasi, yakni Koperasi Nelayan Nani Bili Bahari berupa bantuan alat tangkap jaring dan handline sebanyak 100 unit serta coolbox ukuran 120 liter sebanyak 18 buah.Kemudian, Koperasi Nelayan Rambawa menerima bantuan alat tangkap jaring dan handline sebanyak 100 unit serta coolbox ukuran 120 liter sebanyak 17 buah.Bantuan alat tangkap ini, katadia lagi, merupakan kolaborasi perjuangan anggota DPR RI Robert Kardinal dan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang terus berupaya untuk memberikan perhatian kepada para nelayan di Papua Barat Daya.Karena itu, menurut dia, potensi penangkapan ikan di Sorong memang begitu melimpah, sehingga diperlukan sebuah fasilitas memadai untuk mendukung potensi penangkapan itu, yang tentunya berdampak pada peningkatan ekonomi para nelayan.”Saya berharap adanya bantuan itu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga,” kataTrisna Ningsi.Asisten III Administrasi Umum Pemkot SorongHanock Tala menyampaikan apresiasi kepada KKPserta anggota DPR RI Komisi X Robert Kardinal yang telah memberikan perhatian terhadap peningkatan daya tangkap para nelayan di Kota Sorong.”Saya atas nama Pemerintah Kota Sorong menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan itu,” ujarHanock Tala.Sejalan dengan RPJMD 2023-2026 KotaSorong, salah satu sektor pembangunan kelautan dan perikanan adalah pemberdayaan nelayan melalui program peningkatan sarana dan prasarana penangkapan ikan nelayan, serta pembinaan kapasitas kelembagaan dan peningkatan pengetahuan nelayan.”Karena keterbatasan anggaran program itu belum berjalan maksimal,” kata Hanock Tala.Karena itu, ia berharap kepada KKPadanya bantuan dari pusat melalui kementerian terkait untuk mendukung program pemberdayaan terhadap nelayan di Kota Sorong.”Jumlah nelayan di Kota Sorong sebanyak 4.000 dan sebagian besar belum mendapatkan bantuan karena keterbatasan anggaran daerah,” ujarHanock Tala.Bantuan serupa, kata dia, harus bersifat berkesinambungan dari KKP, supaya seluruh nelayan di Kota Sorong bisa berdaya secara baik dan maksimal.