RedaksiHarian – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berperan sebagai co-campaign manager Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Tahun 2023 di Sulawesi Tengah.

“KKP bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melakukan pendataan, pelatihan dan pendampingan UMKM di Sulawesi Tengah (Sulteng) sebagai tuan rumah Gernas tahun ini,” ujarDirektur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSKP) KKPBudi Sulistiyo dalam Bincang Bahari yang digelar di Jakarta, Selasa.

Adapun peran KKP, lanjut dia, meliputi mengangkat produk-produk olahan berbahan baku ikan seperti abon ikan tuna, abon ikan gabus, unagi kabayaki, bakso ikan sidatdan lain sebagainya.

Budi memaparkan KKP juga mendukung peningkatan standar, mutu dan kemasan produk, kemudahan akses permodalan, kemudahan pelayanan perizinan dan fasilitasi promosi melalui pendampingan dan bimbingan teknis kepada para UMKM kelautan dan perikanan.

“Kami mendorong pengembangan diversifikasi produk makanan ringan berbahan baku ikan bagi anak-anak dalam rangka mendukung penanganan stunting hingga membuka akses ke pasar ritel dan digital marketing,” tambahnya.

Dari sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulteng Novalina menyebutkan telah mengkurasi 105 UMKM kategori fesyen, kuliner, kerajinan dan IT. UMKM tersebut juga telah masuk di ekosistem digital sekaligus telah menghasilkan transaksi Rp5,1 miliar per pertengahan Juli 2023.

Dalam kesempatan yang sama, Manajer Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM Bank Indonesia Kanwil Sulteng, Fadli Akbar berharap Gernas BBI dan BBWI semakin memperkuat branding UMKM serta meningkatkan kecintaan terhadap produk lokal sekaligus mengubah pola pikir UMKM untuk terus berinovasi.

Karenanya, tambah dia, BI telah menyiapkan rangkaian kegiatan pascapuncak kampanye pada 5- 6 Agustus 2023.