RedaksiHarian – Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng klasis-klasisgereja dalam membangun lumbung sosial guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana alam di wilayah Papua.

Menteri Sosial Tri Rismaharinimengatakan bahwa kementerian sudah bekerja sama dengan sejumlah klasisgereja di wilayah Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, untuk menyiapkan lumbung sosial.

“Jangka panjangnya kita sudah kerja sama dengan klasis-klasis gereja untuk menyiapkan buffer stock (stok penyangga), tapi yang utama untuk lumbung sosial,” katanya di Jakarta, Kamis.

Dalam upaya mitigasi kekeringan,Risma mengatakan, pemerintah saat ini fokus mengajari warga kampung membudidayakan tanaman pangan, utamanya tanaman yang tahan kondisi cuaca ekstrem.

“Kita sudah berangkat Tolikara untuk menanam kentang, wortel, sawi, dan umbi-umbian,” katanya.

Pemerintahdari tahun 2021 sampai 2023 menyiapkan 36 lumbung sosial di Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadi bencana kekeringan yang dapat menyebabkan kekurangan pangan.

Lima lumbung sosial sudah disediakan diKota Sorong (Papua Barat), Kabupaten Teluk Wondama (Papua Barat), dan KabupatenMaybrat (Papua Barat Daya).

Sebanyak 21 lumbung sosial disediakan di KabupatenBiak,Keerom, Sarmi, dan Supiori di Provinsi Papua serta empat lumbung sosial disiapkan diKabupatenJayawijaya, Tolikara, danPegunungan Bintang di Provinsi Papua Pegunungan.

Di samping itu, ada tiga lumbung sosial di Kabupaten Merauke dan Boven Digoel di Provinsi Papua Selatan serta tiga lumbung sosial diKabupatenNabire, Puncak Jaya, dan Paniai di Provinsi Papua Tengah.

Menteri Sosial menyampaikan bahwa pemerintah juga mempertimbangkan kondisi keamanan dalam menurunkan staf untuk membangun lumbung sosial, sarana penyimpanan barang-barang yang diperlukan dalam upaya penanggulangan bencana.