RedaksiHarian – Kapolri Jenderal Pol.Listyo Sigit Prabowo mengajak polisi maupun masyarakat mencontoh sikap dan nilai-nilai yang diajarkan mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santososaat menjadi abdi negara dan berkehidupan yang sederhana.

“Polri memiliki tokoh dan panutan yang sudah dikenal masyarakat dan Polri, yaitu Jenderal HoegengImanSantosoyang memiliki sikap jujur dan berani mengambil keputusan sebagai abdi negara,” katanya usai meresmikan Monumen Jenderal Hoegeng Iman Santosodi Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu sore.

Selain itu, Kapolri menegaskan bahwa sosok Jenderal Hoegeng Iman Santosobanyak memiliki nilai kehidupan yang diajarkan dan sikap teladan yang dapat dilanjutkan Polri dan masyarakat.

“Tentunya, kami yang muda-muda melihat beliau sebagai tokoh panutan dan tokoh teladan yang harus diwarisi keteladannya, kejujuranya, keberaniannya, serta nilai-nilai lain yang penting untuk generasi polisi sekarang maupun masa yang akan datang,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kapolri didampingi Panglima TNI Jenderal Yudo Margono dan Kepala Kepolisian Polda Jateng Irjen Pol.Ahmad Lutfhiserta Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid secara virtual meminta pesan dan kesan dari istri Jenderal Hoegeng Iman Santosountuk diberikan pada jajaran Polri.

“Saya menyerahkan dan meminta Eyang Meriyati (istri Alhamrhum Jenderal Hoegeng) untuk menyampaikan hal yang sangat penting pada jajaran Polri. Kami menyadari tidak mudah untuk menjadi seorang Hoegeng Iman Santosonamun yakin generasi muda ini akan berusaha untuk meneladaninya,” kata dia.

Kapolri menyakini bahwa ke depan akan lahir Hoegeng-Hoegeng baru sehingga dirinya memohon doa restunya pada masyarakat.

Istri Jenderal Hoegeng, Meri menyampaikan bahwa Pekalongan memiliki kenangan manis pada dirinya.

“Saya mendoakan semoga Bhayangkara maupun Bhyangkari Polri menjadi contoh yang baik dan indah pada masyarakat. Kepada Pak Listyo Sigit, saya menyampaikan terima kasih (atas dibangunnya Monumen Jenderal Hoegeng di Kota Pekalongan, red.),” katanya.