redaksiharian.com, Bandung – Kapal induk andalan Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, dilaporkan ditarik dari kawasan Timur Tengah setelah mengalami insiden kebakaran di dalam kapal. Dalam beberapa pekan terakhir, kapal tersebut diketahui terlibat dalam operasi militer terkait konflik dengan Iran.
Kapal induk terbesar dan paling modern milik Angkatan Laut AS itu kini diarahkan menuju Teluk Souda di Kreta, Yunani. Tujuannya adalah untuk menjalani pemeriksaan teknis, perbaikan, serta pengisian ulang logistik setelah terjadi kebakaran di area binatu kapal.
Pihak Angkatan Laut AS menegaskan bahwa insiden tersebut tidak berkaitan dengan operasi militer yang sedang berlangsung. Mereka juga memastikan bahwa kapal masih dalam kondisi operasional dan mampu menjalankan tugasnya.
Seorang pejabat AS menyebutkan bahwa kapal tersebut tidak akan berada lama di Yunani. Proses evaluasi dan perbaikan direncanakan berlangsung cepat agar kapal dapat segera kembali bertugas.
Sebelumnya, USS Gerald R. Ford dikerahkan ke kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari dukungan terhadap operasi militer yang melibatkan AS dan sekutunya. Berdasarkan laporan media militer, kapal ini berpotensi mencatatkan rekor penugasan terlama sejak era Perang Vietnam apabila tetap beroperasi hingga pertengahan April.
Ancaman dari Iran
Di sisi lain, ketegangan meningkat setelah pihak militer Iran mengeluarkan pernyataan ancaman terhadap kapal induk tersebut. Komando militer Khatam Al Anbiya menyatakan bahwa USS Gerald R. Ford yang berada di Laut Merah dianggap sebagai target potensial.
Juru bicara militer, Ebrahim Zolfaqari, menyebut bahwa kapal induk tersebut dinilai sebagai ancaman, sehingga fasilitas logistik dan dukungannya masuk dalam daftar sasaran.
Saat ini, USS Gerald R. Ford diketahui menjalankan peran dalam mendukung operasi militer yang disebut Operation Epic Fury, yang berkaitan dengan aktivitas AS dan sekutunya di kawasan tersebut.