RedaksiHarian – Psikolog dan pendidik lulusan Universitas IndonesiaNajeelaa Shihabmenyatakan bahwa kampanye dan edukasi mengenai penerapan consciousconsumptionpenting guna meningkatkan kesehatan masyarakat.

Consciousconsumptionmerupakan perubahan pola konsumsi masyarakat–baik secara nasional maupun global–yang tidak hanya mementingkan nilai ekonomis dari satu barang/produk tapi juga nilai-nilai lingkungan dan sosial.

“Aku yakin banget untuk meningkatkan awareness melalui proses pendidikan, kampanye, itu penting banget,” kata Elaadalam bincang-bincang di Jakarta, Kamis, terkait belum meluasnya pengaplikasianconsiousconsumptionpada masyarakat Indonesia.

Menurutnya, tidak hanya masyarakat dan pemerintah saja yang dapat melakukan kebiasaan consciousconsumption, melainkan juga pihak perusahaan atau produsen untuk mengimbanginya. Bagi Elaa, penting untuk menerapkan kebiasaan consciousconsumption sejak dini agar semakin baik untuk ke depannya.

“Aku yakin dampaknya besar banget karena ada di dua level, pertama untuk diri kita sendiri dan efeknya yang menular kepada masyarakat,” kata Elaa.

Consciousconsumption memberikan dampak positif kepada diri sendiri, seperti membuat fisik dan mental pada tubuh menjadi lebih sehat. Hal tersebut karena pemilihan produk senantiasa mempertimbangkan keberlanjutan, ramah lingkungan, baik untuk kesehatan fisik maupun mental.

Selain itu, pengaplikasianconsciousconsumption diharapkan dapat memberikan efek domino terhadap masyarakat. Semakin banyak orang yang melakukan kebiasaan baik tersebut, akan semakin besar juga dampak yang dihasilkan untuk keberlanjutan lingkungan, ekonomi, dan dampak positif lainnya.

“Perubahan-perubahan besar itu datangnya dari memikirkan hal-hal kecil, akumulasi dari kebiasaan sehari-hari,” kata Elaa.

Elaa memberikan beberapa saran untuk membiasakan consciousconsumption kepada anak sejak kecil. Anak-anak harus dibiasakan kritis dan nyaman bertanya, karena hal itu bisa menjadi cara awal untuk secara sadar mengaplikasikan consciousconsumption.

“Cara paling sederhana membiasakan anak bertanya, kemudian merefleksikan keadaan setiap harinya kepada anak,” kata Elaa.

Baginya, kebiasaan consciousconsumption dimulai dari orang tua yang dengan penuh kesadaran membuat pilihan bijak untuk anak-anak mereka. Dengan begitu, anak akan meniru orang tua dan mulai melakukan kebiasaan tersebut.

Tidak hanya membiasakan anak bertanya, Elaa juga menyarankan orang tua untuk berkomunikasi kepada anak atas pilihan-pilihan yang mereka buat. Anak pun akan merasa lebih bertanggung jawab terhadap pilihan yang sudah dibuatnya dan memungkinkan mereka untuk memilih pilihan baik dengan pendampingan dari orang tua.

“Jadi, refleksi, bertanya, komunikasi, itu kunci yang penting dari kebiasaan consciousconsumption,” kata Elaa.