
RedaksiHarian – Arist Merdeka Sirait meninggal di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur pada sekitar pukul 08.30 WIB lantaran sakit yang dideritanya. Namun, belum diketahui pasti penyakit yang diderita Arist.
Terkait dengan kepergian Arist, Ketua Komnas Perlindungan Anak DKI Jakarta Cornelia Agatha pun terlihat ikut menyampaikan duka citanya.
“Selamat jalan Pak Arist. Terima kasih atas ketulusan hati dan semua jasa Bapak yang tak pernah lelah memperjuangkan nasib anak-anak di Indonesia. Rest in Love, my role model. Kami tidak akan berhenti untuk meneruskan perjuangan bapak,” katanya dalam Instagram @perempuanpanggung.
ADVERTISEMENT
Arist Merdeka Sirait merupakan pria kelahiran Pemantang Siantar, Sumatera Utara pada 17 Agustus 1960. Ia merupakan Ketua Komnas PA yang menggantikan Seto Mulyadi pada tahun 2010.
Sosok yang sebelumnya menduduki jabatan sebagai Sekertaris Jenderal Komnas PA itu pun dikenal aktif terlibat di organisasi buruh dan lembaga swadaya masyarakat.
Sosok yang mulanya dikenal sebagai aktivis buruh itu diketahui memiliki rasa prihatin terhadap anak-anak yang harus bekerja dan anak-anak yang diperlakukan tidak layak hingga kemudian membuatnya mengubah haluan perjuangannya.
Pada 1981, Arist Merdeka Sirait kemudian menjadi aktivis buruh. Pada tahun 1986, ia pun mendirikan yayasan perlindungan buruh.
Yayasan tersebut menjadi wadah untuk menyediakan pendidikan bagi pekerja dengan usia anak-anak. Kemudian, pada 1987, Arist mendirikan Yayasan Komite Pendidikan Anak Kreatif (Kompak) Indonesia yang menjadi wadah untuk para pekerja anak agar bisa mengantongi bekal kepribadian melalui pendidikan toleransi, demokrasi dan baca tulis.
Tak berhenti sampai di situ saja, pada 1998, Arist bersama Seto Mulyadi, dan beberapa aktivis lainnya pun mendirikan Komnas PA . Saat itu, Seto Mulyadi menjadi Ketua Umum. Sementara, Arist mengemban tugas sebagai Sekretaris Jenderal Komnas PA .***