RedaksiHarian – Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Itjen Kemenag) memperkuat strategi kehumasan guna mengoptimalkan program pengawasan, reformasi birokrasi, dan early warning system.

Kepala Bagian Kepegawaian dan Umum Kemenag Nurul Badruttamam di Depok, Jawa Barat, Minggu, mengatakan penguatan strategi kehumasan dilakukan melalui kolaborasi dengan media untuk menyebarkan berita program-program Itjen dan juga Kemenag.

Kegiatan tersebut dikemas dalam acara temu media dengan mengusung tema “Kolaborasi Penguatan Strategi Komunikasi Humas” yang diselenggarakan selama tiga hari mulai 21 hingga 23 Oktober 2023.

“Pentingnya kolaborasi dengan media untuk menyebarkan berita program-program Itjen dan juga kemenag, seperti program umrah PPNPN (Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri) atas inisiasi Itjen,” ujarnya.

Ia mengatakan humas sebagai obyek utama dalam penyebaran informasi perlu melakukan perencanaan yang terorganisir agar tercapai tujuannya dalam menyebarkan informasi.

“Humas menjadi ikon utama dalam penyebaran informasi jelang pemilu 2024. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh pimpinan bahwa ASN di 2024 jelang pemilu perlu sama-sama menjaga netralitas dan menjaga kondusif di lingkungan sekitar kita. ASN harus jadi penyejuk. Jangan malah menyebarkan berita yang membuat tidak netral,” katanya.

Acara ini menghadirkan narasumber Praktisi Media dan Pakar Media SosialAbdul Malik MSN dan Rully Nasrullah. Hari pertama, Abdul Malik menyampaikan materi mengenai strategi dalam pengelolaan media sosial di instansi pemerintahan. Sedangkan keesokan harinyaRully Nasrullahmengulas perihal strategi komunikasi.

Menurut Malik, media sosial memiliki banyak sekali konten yang dapat digunakan oleh Itjen Kemenag dengan pengemasan yang milenial dan juga menarik, namun tetap berisikan informasi yang relevan.

“Dalam membuat konten diperlukan adanya penyesuaian imagedengan tema yang dibuat, memanfaatkan isi ucapan, fleksibel dan simple, pengarahan yang sesuai, perencanaan yang matang, menarik dan juga elegan, serta jauhi kontroversi dan SARA,” ujar Abdul Malik dalam menyampaikan tips dan trikdalam membuat konten.

Acara temu media ini diharapkan dapat memberikan motivasi serta inovasi bagi tim humas Itjen Kemenag dalam menjalankan perannya sebagai garda terdepan pengawasan dengan memberikan informasi yang relevan dan juga menarik.