redaksiharian.com, Semarang – Pemerintah Iran menyatakan tidak tertarik pada opsi gencatan senjata dalam konflik yang sedang berlangsung. Teheran menegaskan bahwa yang diinginkan adalah penghentian perang secara total dan berkelanjutan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa negaranya meragukan efektivitas gencatan senjata. Menurutnya, langkah tersebut hanya bersifat sementara dan berpotensi memicu kembali konflik di masa mendatang.

Ia menegaskan bahwa Iran tidak ingin skenario konflik berulang setelah jeda sementara. Karena itu, pemerintah lebih memilih penyelesaian yang benar-benar mengakhiri perang secara menyeluruh dibandingkan sekadar penghentian sementara.

Pernyataan ini mencerminkan sikap tegas Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Teheran menilai bahwa solusi jangka pendek seperti gencatan senjata tidak cukup untuk menciptakan stabilitas yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Araghchi juga menyinggung ketahanan sistem politik negaranya setelah wafatnya Ali Larijani, yang menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Ia menegaskan bahwa struktur pemerintahan Iran tetap berjalan dengan stabil dan mampu beradaptasi dengan cepat dalam situasi krisis. Menurutnya, posisi pejabat yang kosong dapat segera diisi tanpa mengganggu jalannya pemerintahan.

Araghchi menambahkan bahwa sistem politik Iran memiliki fondasi yang kuat, sehingga pergantian pejabat, termasuk di posisi penting, tidak akan menghambat fungsi negara.

Lebih lanjut, Iran juga menyoroti pentingnya pembaruan aturan terkait jalur strategis global, yaitu Selat Hormuz. Ia menilai perlunya kesepakatan baru guna menjamin keamanan serta kelancaran lalu lintas kapal di kawasan tersebut.

Di sisi lain, Iran membuka kemungkinan keterlibatan pihak ketiga sebagai mediator untuk meredakan konflik di kawasan. Araghchi menyebut sejumlah negara, termasuk China, memiliki potensi untuk menjalankan peran tersebut.

Ia menilai China memiliki pengalaman positif dalam memediasi hubungan Iran dengan Arab Saudi, yang sebelumnya menghasilkan kesepakatan penting antara kedua negara.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun Iran menolak gencatan senjata, negara tersebut tetap membuka jalur diplomasi melalui mediasi internasional guna mencapai penyelesaian konflik yang lebih permanen.