redaksiharian.com, Medan – Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan telah melancarkan operasi militer yang menyasar pasukan Israel di wilayah Jalur Gaza.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian operasi bertajuk “True Promise 4” yang menyasar sejumlah aset militer Israel. Mereka menegaskan bahwa langkah ini menjadi tahap awal dari serangan yang ditujukan ke titik-titik konsentrasi pasukan Israel, baik di wilayah utara Palestina maupun di Gaza.

Selain itu, IRGC mengklaim bahwa target operasi juga mencakup pusat komando militer Israel yang berada di sekitar kota Safed. Sejumlah lokasi strategis dan fasilitas militer dilaporkan mengalami dampak akibat serangan tersebut.

Situasi di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah Amerika Serikat bersama Israel sebelumnya melancarkan serangan besar terhadap Iran pada akhir Februari. Operasi tersebut disebut bertujuan melemahkan program nuklir Iran serta menggoyahkan pemerintahan yang berkuasa.

Serangan itu dilaporkan menyebabkan korban jiwa, termasuk Ali Khamenei serta ribuan warga lainnya.

Sebagai respons, Iran segera melancarkan serangan balasan dengan menyasar wilayah Israel dan juga kepentingan Amerika Serikat di kawasan Teluk. Selain itu, Teheran mengambil langkah strategis dengan menutup Selat Hormuz guna memberi tekanan terhadap kedua negara tersebut.

Di tengah tekanan militer yang intens, pemerintahan Iran disebut masih mampu bertahan. Sementara itu, Presiden Donald Trump dilaporkan belum mencapai tujuan untuk mengganti kepemimpinan di Iran, meski eskalasi konflik terus berlanjut.