RedaksiHarian – Suzhou, China (ANTARA/PRNewswire)- International Business School Suzhou (IBSS) di Xi’an Jiaotong-Liverpool Universitymerayakan hari jadi ke-10 dengan acara reuni yang melibatkan alumni pada 9 September lalu.
Lebih dari 300 alumni, staf pengajar, dan pemimpin industri turut berpartisipasi dan merayakan kesuksesan IBSS, termasuk kiprahnya sebagai fakultas ilmu bisnis terbesar di Tiongkok yang memakai bahasa Inggris sebagai pengantar, serta akreditasi”Triple Crown”(AACSB, EQUIS, dan AMBA) yang hanya diraih 1% fakultas bisnis di seluruh dunia.
Acara perayaan ini juga mengapresiasi tiga alumni yang berkontribusi besar terhadap dunia bisnis, masyarakat, dan dunia akademik:
- Pebisnis dan investor asal Shaanxi Boyue Xing, alumni yang meraih gelar BA dalam Ilmu Administrasi Bisnis pada 2018, memperoleh penghargaan “2023 IBSS Alumni of the Year” atas kepemimpinan dan pencapaian bisnisnya.
- Pemimpin Bidang SDM Sirena Bai, meraih gelar International MBA pada 2021, memenangkan penghargaan “IBSS Alumni Outstanding Contribution Award” atas kiprahnya mempromosikan kolaborasi antara IBSS dan AstraZeneca.
- Lenda Huodari Amoy Diagnostics, peraih gelar International MBA (2018), memenangkan penghargaan “IMBA Best Ambassador Award” atas perannya sebagai mentor dari kalangan profesional bagi mahasiswa IMBA sekaligus sosok yang mendukung rekrutmen IBSS.
Perayaan hari jadi IBSS juga mencakup sesi diskusi yang melibatkan panelis dari pakar bisnis dan akademik tentang topik transformasi bisnis digital, mewujudkan keberagaman gender pada dewan komisaris dan manajemen perusahaan, kiprah Generasi Z di dunia kerja, serta cara beradaptasi dan berkembang di ekonomi global.
Selain itu, eksekutif dan pemimpin industri turut membahas tren di sektor keuangan, kewirausahaan, manufaktur, kesehatan, keberlanjutan, serta kerja sama lintasindustri.
Alumni yang berpartisipasi di acara ini juga berbagi pengalaman tentang pengaruh IBSS dalam kehidupannya.
Peraih gelar International MBA 2019 Kirsten Johnstonadalah pendiri dan CEO agensibranding, JWDK, yang dirintis diLondon, lalu berekspansi keShanghaidanHong Kong.
Selain meningkatkan keahlian akuntansi danfinance control, IBSS memperluas wawasan Johnston, dan dia berkata: “Sebagai warga negara asing, saya harus mempelajari dunia bisnis di Tiongkok dan perbedaan budaya dalam konteks cara kerja di Inggris.”
Menurut pemenang penghargaan “IBSS Alumni of the Year Award” Xing, mata kuliah kewirausahaan meninggalkan kesan yang mendalam bagi dirinya.
“Mata kuliah kewirausahaan mengajari kami bahwa sebagai pebisnis, kami bertanggung jawab kepada masyarakat dan harus mempertimbangkan kontribusi bisnis selain menghasilkan profit,” ujarnya.
“Semangat kewirausahaan berperan besar dalam bisnis, dan investasi pada kesejahteraan sosial berpotensi mendatangkan manfaat yang luar biasa bagi sebuah perusahaan.”