redaksiharian.com, Jakarta – Badan intelijen Amerika Serikat mengungkap adanya indikasi bahwa China tengah mempersiapkan pengiriman persenjataan ke Iran. Dugaan ini muncul di tengah berlangsungnya upaya negosiasi antara Teheran dan Washington yang dilakukan di Islamabad, Pakistan.

Seorang sumber intelijen AS yang tidak disebutkan namanya menyampaikan kepada CNN bahwa dalam beberapa minggu ke depan, China berpotensi mengirimkan berbagai sistem persenjataan ke Iran. Di antaranya adalah rudal pertahanan udara, sistem anti-rudal, serta jet tempur.

Langkah tersebut dinilai berpotensi memicu ketegangan, terutama setelah sebelumnya Beijing menunjukkan kesediaan untuk berperan sebagai mediator dalam pembicaraan damai antara Iran dan Amerika Serikat.

Situasi ini juga semakin menjadi sorotan karena Presiden AS Donald Trump dijadwalkan melakukan kunjungan ke Beijing untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.

Pihak intelijen AS juga mengingatkan bahwa Iran kemungkinan memanfaatkan momentum gencatan senjata untuk memperkuat kembali kemampuan militernya, termasuk dengan bantuan dari negara mitra.

Dua sumber lain menyebutkan adanya indikasi bahwa China mungkin menggunakan negara ketiga sebagai jalur distribusi untuk menyamarkan asal pengiriman senjata tersebut.

Salah satu sistem yang diduga akan dikirim adalah rudal pertahanan udara portabel atau Man Portable Air Defence System (MANPADS). Senjata jenis ini dinilai memiliki kemampuan untuk mengancam pesawat militer yang terbang rendah, seperti yang pernah terjadi dalam konflik sebelumnya dan berpotensi terulang jika gencatan senjata tidak bertahan.

Menanggapi tudingan tersebut, pemerintah China dengan tegas membantah. Juru bicara Kedutaan Besar China di Washington menyatakan bahwa negaranya tidak pernah memasok senjata kepada pihak mana pun yang terlibat konflik.

Ia juga menegaskan bahwa China selalu mematuhi kewajiban internasional sebagai negara besar yang bertanggung jawab. Selain itu, pihaknya meminta Amerika Serikat untuk tidak melontarkan tuduhan tanpa dasar serta menghindari pernyataan yang dapat memperkeruh situasi. China juga berharap semua pihak dapat berkontribusi dalam meredakan ketegangan yang ada.