redaksiharian.com, Bandung – Ratusan pengendara mobil dilaporkan salah arah hingga masuk ke kawasan persawahan saat mengikuti petunjuk aplikasi navigasi menuju Gerbang Tol Purwomartani, Selasa (24/3).
Peristiwa ini terjadi di wilayah Karang Kalasan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Sejak siang hari, kendaraan terlihat melintasi jalan sempit di tengah sawah yang sebenarnya bukan jalur utama menuju tol. Lokasi tersebut berada di sekitar kawasan timur RSI PDHI dan mengarah ke Jalan Cangkringan melalui permukiman warga.
Dari jalur tersebut, pengendara masih harus menempuh jarak tambahan untuk mencapai Jalan Solo sebagai akses utama menuju pintu tol. Menjelang sore, jumlah kendaraan yang melintas semakin meningkat hingga menyebabkan debu beterbangan di sekitar rumah warga.
Sejumlah pengendara mengaku hanya mengikuti arahan aplikasi peta digital. Salah satunya, Satrio, warga Jakarta, yang hendak kembali dari Yogyakarta. Ia mengatakan tidak menemukan petugas yang memberikan arahan di lapangan.
Hal serupa dialami Damar, pemudik asal Jakarta lainnya. Ia sempat ragu saat jalan beraspal berubah menjadi tanah, namun tidak bisa berbalik arah karena kondisi jalan yang sempit dan padat.
Pengendara lain, Haryono, warga Sleman yang hendak menuju Surabaya, mengaku diarahkan melewati jalur alternatif tersebut karena kondisi Jalan Solo menuju tol sudah padat. Ia masuk ke jalur sawah setelah mengikuti navigasi dari kawasan Tajem, Maguwoharjo.
Warga setempat, seperti Ehsan Abdurrohman, menyebut fenomena ini sudah terjadi sejak beberapa hari sebelumnya. Bahkan, pada puncaknya, ribuan kendaraan sempat melintasi area tersebut dalam sehari.
Menurutnya, warga sekitar secara sukarela membantu mengarahkan pengendara agar kembali ke jalur yang benar menuju Jalan Cangkringan, yang berjarak sekitar 100–200 meter dari akses tol Yogyakarta–Solo segmen Prambanan–Purwomartani.
Di sisi lain, peningkatan volume kendaraan juga dipicu oleh kebijakan perpanjangan jam operasional gerbang tol tersebut. Gerbang Tol Purwomartani yang sebelumnya beroperasi hingga pukul 18.00 WIB kini diperpanjang sampai pukul 20.00 WIB untuk mendukung arus balik Lebaran 2026.
Data lalu lintas menunjukkan lonjakan signifikan kendaraan yang melintas. Berdasarkan catatan sistem pemantauan daerah, jumlah kendaraan sempat mencapai hampir 1.900 unit per jam pada siang hari. Secara total, lebih dari 11.800 kendaraan tercatat melewati gerbang tol tersebut sejak pagi hingga sore hari.
Peningkatan arus kendaraan ini menjadi salah satu faktor yang mendorong pengendara mencari jalur alternatif, meski berisiko tersasar akibat mengikuti petunjuk navigasi yang kurang akurat.