RedaksiHarian – Kapolsek Kebayoran Baru , Kompol Tribuana Roseno mengatakan pihaknya tengah menyelidiki penyebab kebakaran di hotel di Jakarta Selatan . Dia menyebut polisi mulai mengumpulkan keterangan dari pemeriksaan empat saksi.

“Ada 4 (saksi), 1 pemilik, 2 resepsionis, 1 karyawan,” kata Tribuana Roseno kepada wartawan Jumat, 18 Agustus 2023.

Roseno menyampaikan proses penyelidikan bakal melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Namun, dia belum dapat memastikan kapan tim Labfor bakal melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

ADVERTISEMENT

“Melalui prosedur kami harus menyurat dahulu ke Labfor, tapi apabila sudah ada jawaban mereka (Labfor) akan hubungi kita, baru bisa dilaksanakan,” tuturnya.

Roseno mengaku belum dapat memastikan nilai kerugian materil yang diakibatkan kebakaran. Menurutnya, jumlah kerugian akan hitung sendiri oleh pemilik hotel.

“Belum ada. Nanti yang bisa menentukan (kerugian) sendiri itu pihak hotel,” ucapnya.

Dikatakan Roseno, tiga korban meninggal akibat kebakaran merupakan tamu hotel. Mereka adalah perempuan berinisial N (25), laki-laki berinisial M (41), dan seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya (24).

Roseno belum dapat memastikan apakah tiga korban meninggal berada di dalam satu kamar atau kamar yang berbeda. Yang pasti, kata dia, setiap kamar ditempati oleh dua orang.

Sebelumnya, Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat menyebutkan tiga korban meninggal berada di dalam satu kamar yang sama.

“Belum bisa memastikan kalau itu. Tapi yang jelas satu kamar diisi dua orang,” ujar Roseno.

“Menurut keterangan resepsionis, isinya per kamar itu dua orang. Jadi yang tiga tewas itu kemungkinan beda kamar,” ucapnya menambahkan.

Dia menyebutkan saat peristiwa kebakaran terjadi hotel tengah menerima 10 orang tamu. Tujuh tamu di antaranya selamat dari kebakaran tersebut.

“Iya kemungkinan (10 tamu). Sisanya berhasil menyelamatkan diri,” kata Roseno.

Roseno mengungkapkan kamar hotel di Jaksel tersebut yang mengalami musibah kebakaran tidak memiliki ventilasi udara. Hal ini diduga menjadi penyebab para korban mengalami sesak napas karena menghirup asap hingga meninggal dunia.

“Karena di dalam kamar itu tak ada ventilasinya, sehingga sesak napas,” tutur Roseno.

“Kemungkinan seperti itu. Karena enggak ada ventilasinya,” ucapnya menambahkan.***