redaksiharian.com, Jakarta – Lonjakan harga bahan baku plastik mulai terasa di sektor otomotif nasional. PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengonfirmasi telah melakukan penyesuaian harga sejumlah produk motor sejak April 2026.
Manager Public Relation YIMM, Rifki Maulana, menyampaikan bahwa kenaikan ini tidak terhindarkan karena biaya produksi meningkat, terutama dari komponen berbahan plastik yang mendominasi bagian bodi dan pendukung kendaraan modern.
Menurutnya, industri manufaktur sangat bergantung pada rantai pasok global. Ketika harga bahan baku di tingkat hulu mengalami kenaikan, maka harga jual ke konsumen juga ikut terdorong naik.
Penyesuaian harga motor Yamaha disebut berada di kisaran Rp200 ribu hingga Rp400 ribu untuk sebagian besar model. Sementara itu, varian premium seperti Yamaha Xmax Tech Max mengalami kenaikan lebih tinggi, bahkan mencapai sekitar Rp1 juta.
Kenaikan harga plastik sendiri dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Indonesia yang masih bergantung pada impor bahan baku plastik ikut terdampak kondisi tersebut.
Sebagian besar plastik diproduksi dari turunan minyak bumi seperti polyethylene (PE) dan polypropylene, yang menjadi bahan utama dalam berbagai industri. Ketika harga minyak mentah naik, biaya produksi plastik otomatis ikut meningkat.
Selain itu, tekanan juga datang dari kenaikan harga nafta sebagai bahan baku petrokimia, serta meningkatnya biaya logistik seperti pengiriman dan asuransi. Gangguan distribusi global turut memperparah kondisi pasokan bahan baku.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, menilai lonjakan harga resin plastik memberi dampak signifikan terhadap biaya operasional berbagai sektor industri.
Ia menyebut industri yang bergantung pada kemasan plastik—seperti makanan dan minuman, FMCG, farmasi, logistik, hingga ritel—menjadi yang paling merasakan tekanan akibat kenaikan biaya tersebut.
Kondisi ini menunjukkan bagaimana dinamika global, khususnya di sektor energi dan bahan baku, memiliki efek langsung terhadap harga produk di tingkat konsumen.