RedaksiHarian – Penjabat Gubernur Sumatera Selatan Agus Fatoni mengapresiasi kerja satuan tugas (satgas) gabungan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melakukan pencegahan dan pemadaman karhutla pada musim kemarau 2023 ini.

“Satgas gabungan penanggulangan karhutla dari unsur BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan instansi terkait perlu diapresiasi karena telah bekerja maksimal,” kata Agus Fatoni di Palembang, Kamis.

Menurut dia, karhutla pada tahun ini tergolong cukup besar dan menyebar di beberapa kabupaten seperti Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Musi Banyuasin.

Penanggulangan karhutla tersebut perlu dilakukan secara bersama-sama sehingga bisa saling mendukung dan saling melengkapi.

Melalui upaya tersebut diharapkan karhutla di Sumsel bisa segera dikendalikan sehingga masalah kabut asap yang kini mulai mencemari udara serta mengganggu berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat dapat diatasi, kata Pj Gubernur Sumsel.

Sebelumnya Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Sudirman mengatakan pada Oktober 2023 ini pihaknya menyiapkan beberapa operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau mengupayakan hujan buatan untuk memadamkan karhutla.

Berdasarkan pengamatan cuaca bersama tim BMKG, terdapat beberapa titik awan di Sumsel yang bisa disemai, kondisi tersebut memungkinkan untuk dilakukan operasi TMC.

Operasi TMC itu difokuskan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI) karena kedua kabupaten tersebut terjadi karhutla yang cukup luas dan asapnya dibawa angin mencemari udara di Kota Palembang.

Untuk melakukan operasi TMC atau mengupayakan hujan buatan di wilayah provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu, didukung tim ahli dan helikopter dari BRIN, kata Sudirman.