
RedaksiHarian – Gubernur Provinsi Riau Syamsuar melepas keberangkatan sebanyak 70 kontingen Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Riau untuk mengikuti MQK tingkat nasional di Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, pada 11-18 Juli 2023.
“Jaga kekompakan dan kita berharap MQKNasional 2023 mampu memotivasi dan meningkatkan kemampuan santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam yang bersumber dari kitab kuning,” kata Gubernur Riau Syamsuardalam pernyataan di Pekanbaru, Selasa.
Pada Senin (10/7) gubernur melepas kontingen dari provinsi tersebut.
Ia mengatakan, MQKN bertujuan untuk menggali kemampuan santri dalam membaca, menerjemahkan dan memahami kitab kuning. Kitab kuning merupakan kitab yang berisi ilmu tentang ajaran agama Islam.
Seperti namanya, kata Syamsuar, kitab ini berwarna kuning dan berisi berupa huruf Arab gundul atau tanpa harakat dan banyak orang yang berpikir bahwa cara membaca kitab kuning sangat sulit karena tidak terdapat harakat di atas hurufnya.
“Seluruh peserta, pelatih, maupun ofisialtetap menjaga kekompakan dan kebersamaan. Selamat jalan, kami doakan mudah-mudahan selalu sehat berada di tanah orang perlu kekompakan dan kerja sama yang baik dan saling mengingatkan,” katanya.
Dengan memelihara kebersamaan, kata Syamsuar, tentu dirangkaikan dengan harapan kontingen MQK Provinsi Riau bisa mendapatkan hasil terbaik dan bisa menjadi motivasi anak muda lain di “Bumi Lancang Kuning” itu.
Kasi Ponpes Kakanwil Kemenag Provinsi Riau, Muhammad Fakhri optimistis kontingen MQK Provinsi Riau bisa menjadi yang terbaik dari seluruh kontingen se Indonesia yang mengikuti perlombaan pada MQK Nasional 2023.
Sebab, ia melihat kemampuan dalam memahami dan membaca kitab kuning kontingen Riau sangat bagus, yang terukur ketika mengikuti iftihan watan atau ujian nasional terkait pesantren membaca kitab.
“Kontingen MQK Provinsi Riau sangat optimistis, dan peserta MQK Provinsi Riau akan mengikuti seluruh perlombaan yakni Musabaqah Qira’atil Kutub, Debat Bahasa Arab dan Inggris, Bahtsul Kutub, Debat Qanun hingga Lalaran Nadhom,” demikianMuhammad Fakhri .