
RedaksiHarian – Bakal Calon Presiden (bacapres) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Ganjar Pranowo berjanji akan bergerak gesit meneruskan pencapaian pembangunan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ).
Sebagai yang ditunjuk jadi bacapres di PDIP , Ganjar berkomitmen untuk bekerja lebih cepat menyongsong kemajuan Indonesia sebagai bangsa, jika terpilih dan dipercaya menjadi presiden berikutnya di Pilpres 2024 mendatang.
“Saya berdiri di sini sebagai bakal calon presiden dari PDI Perjuangan telah memegang mandat untuk bergerak lebih cepat, bergerak ‘sat set’ (cepat) meneruskan pencapaian-pencapaian tersebut,” kata dia, dalam acara Konsolidasi Pemenangan Pileg dan Pilpres 2024 di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat, 25 Agustus 2023 malam.
ADVERTISEMENT
Ganjar mengaku taki ingin menyia-nyiakan fondasi yang sudah dibangun dan distabilkan Jokowi . Itu, imbuh dia, merupakan pencapaian dan bekal kuat yang harus disambut dengan keberlanjutan efektif pemimpin penerus.
Dia percaya, Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi selama dua periode sedang bertransformasi menuju status negara maju. Fakta bahwa Jokowi adalah kader PDI Perjuangan memberikannya optimisme tinggi.
Ganjar lantas menguraikan capaian-capaian yang dia maksud, antara lain Presiden Jokowi tercatat telah membangun jalan nasional yang sebelumnya 46.432 kilometer pada 2014, menjadi 47.817 km pada 2022. Artinya, selama delapan tahun, jalan yang dibangun bertambah 1.385 km.
Kemudian jalan tol dari sebelumnya 1.500 km pada 2014, kini menjadi 2.499 km per tahun 2022. Apa yang disebutkannya belum menghimpun penambahan pembangunan jalan provinsi, kabupaten, dan jalan desa yang meningkat secara signifikan.
“Saya harus ‘sat set’ memperluas konektivitas dan integrasi domestik yang kuat dan efisien. Baik konektivitas laut, darat, dan udara, konektivitas perdesaan dan perkotaan, konektivitas Indonesia bagian barat, tengah, dan timur serta pembangunan kawasan khusus,” ujar Ganjar.
Selain itu, Ganjar juga membahas perwujudan swasembada pangan oleh Presiden Jokowi , melalui konsistensi produksi beras sebanyak 31,3 ton pada 2019 hingga 2021. Kemudian, kata dia, Presiden juga berhasil membangun dasar untuk transformasi ekonomi ke depan di bidang ekonomi hijau alias masuk ekosistem kendaraan listrik.
“Saya juga harus lari berakselerasi melakukan transformasi digital di berbagai bidang termasuk transportasi dan logistik, ekonomi dan keuangan digital, pemerintahan digital, kota pintar, serta kesehatan dan pendidikan digital. Untuk sektor pertanian, kita juga mesti menuntaskan reforma agraria untuk mendukung kekuatan produktivitas petani,” kata Ganjar.
Ia tak luput membicarakan perlindungan sosial. Menurut Ganjar, jika ia terpilih nanti, ia mesti memperkuat jaminan sosial yang bertumpu kepada gotong royong BPJS. Hal ini krusial lantaran bersinggungan langsung dengan kesehatan layak dengan fasilitas terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Percepatan program-program kerja juga harus dilakukan untuk inovasi ekonomi hijau. Saat ini, skor Indonesia dalam Green Growth Index (GGI) pada tahun 2022 sebesar 57,36, sudah lebih tinggi dari rerata global sebesar 54,83. Prestasi ini bisa ditingkatkan dengan akselerasi transisi energi berkeadilan, transportasi ramah lingkungan, dan penerapan ekonomi sirkuler,” ujarnya. ***