RedaksiHarian – Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo terlihat bertemu dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin di salah satu kafe di Jakarta Selatan. Dalam momen tersebut, Ganjar Pranowo pun memberikan hadiah kepada Cak Imin , yakni sepasang burung lovebird.

“Saya punya hadiah buat Cak Imin . Cak Imin kan suka burung, saya kasih hadiah burung,” katanya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara pada Sabtu, 19 Agustus 2023.

Mulanya, sepasang burung yang memiliki perpaduan warna merah dan hijau itu berada di dalam kandang yang ditutupi kain hitam. Kemudian, Cak Imin pun membuka kain penutup kandang tersebut dan mendapati bahwa isinya adalah sepasang burung lovebird.

ADVERTISEMENT

Lovebird itu setia, jadi kalau dia mati, pasangannya bisa ikut mati. Dan ini spesial Cak, lovebird-nya berwarna merah dan hijau,” ujar Ganjar Pranowo .

Mendengar penjelasan Ganjar Pranowo itu, Cak Imin pun tersenyum. Ia kemudian melihat warna burung tersebut untuk memastikannya.

“Tapi kepalanya yang merah loh cak, badannya yang hijau,” ucap Ganjar Pranowo .

Cak Imin pun tertawa mendengar hal tersebut. Ia pun kembali tersenyun dan sepakat dengan apa yang disampaikan Ganjar Pranowo .

“Iya dong (kepalanya yang merah). Yang penting ada hijaunya. Suwun ya Mas,” tuturnya.

Dalam momen pertemuan tersebut, Ganjar Pranowo dan Cak Imin terlihat sama-sama memakai kemeja berwarna putih. Keduanya pun sempat minum teh dan bersulang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto turut menanggapi pertemuan yang terjadi antara Ganjar Pranowo dengan Cak Imin . Menurutnya, momen tersebut terlihat berlangsung dengan santai, tetapi tetap mendalam saat berbicara mengenai dinamika politik nasional dan arah masa depan bangsa.

“Pertemuan tersebut sangat positif, menunjukkan bahwa dialog antarpemimpin merupakan hal yang sangat penting dan sesuai kultur bangsa,” katanya.

“Karena persahabatan Pak Ganjar dan Cak Imin sudah berlangsung lama, maka pertemuan tersebut terasa menggembirakan, jauh dari kesan tegang. Keduanya dipersatukan oleh masa lalu, dan harapan serta imajinasi terhadap masa depan,” ucapnya.

Hasto menilai pertemuan kedua sosok itu semakin menunjukkan karakter kepemimpinan Ganjar Pranowo yang merangkul, penuh ketulusan, dan menempatkan kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.

“Dalam diri Ganjar, kekuasaan itu bukan ‘force’, bukan sebagai rasa ‘ingin berkuasa’, namun sebagai daya atau ‘power’ untuk mengabdi dan melayani rakyat,” tuturnya.***