redaksiharian.com, Jakarta – Perayaan Festival Songkran 2026 di Jakarta berlangsung meriah dengan sambutan antusias dari para pengunjung. Acara ini secara resmi dibuka oleh Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Prapan Disyatat, yang menandai dimulainya rangkaian kegiatan tahun baru khas Negeri Gajah Putih di Indonesia.
Dalam sambutannya, Prapan mengajak masyarakat untuk menikmati berbagai pengalaman budaya yang disuguhkan dalam festival tersebut, mulai dari musik, kuliner khas Thailand, hingga tradisi permainan air yang menjadi ciri khas Songkran.
Festival ini merupakan penyelenggaraan ketiga oleh Kedutaan Besar Thailand di Indonesia. Kegiatan ini sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk merasakan suasana perayaan Songkran tanpa harus berkunjung langsung ke Thailand.
Lebih lanjut, Prapan menjelaskan bahwa Songkran bukan sekadar perayaan tahun baru, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat kebersamaan serta memanjatkan harapan dan keberkahan untuk tahun yang akan datang. Dalam tradisinya, terdapat ritual memandikan patung Buddha sebagai simbol doa dan keberuntungan, serta menuangkan air kepada orang yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan dan permohonan restu.
Songkran sendiri diperingati setiap tanggal 13 April dan berlangsung selama tiga hari. Tradisi utamanya identik dengan air, yang melambangkan penyucian diri dari hal-hal negatif sekaligus harapan akan kehidupan yang lebih baik di masa depan.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, pengunjung dapat menikmati beragam aktivitas menarik. Mulai dari mencicipi makanan khas Thailand, mengikuti permainan interaktif, hingga berpartisipasi dalam workshop pembuatan lukchup, yaitu kudapan tradisional berbentuk buah-buahan mini.
Tak hanya itu, tersedia juga fasilitas photobooth berbasis teknologi AI yang memungkinkan pengunjung berfoto mengenakan busana tradisional Thailand. Pakaian tersebut saat ini tengah diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO, sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Thailand di kancah internasional.
Festival ini juga memperkenalkan tradisi penting lainnya, seperti menyiram air ke patung Buddha dan menuangkan air ke tangan orang yang lebih tua. Tradisi ini memiliki makna penghormatan sekaligus doa, yang dalam budaya Indonesia dapat disamakan dengan konsep sungkeman.
Duta Besar Thailand turut menyampaikan apresiasi atas tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap festival ini. Tercatat lebih dari 1.000 orang menunjukkan antusiasme untuk hadir, meskipun keterbatasan kapasitas tempat membuat tidak semua dapat terakomodasi.
Dengan mengusung tema “Songkran Rumahku, Thailand yang Penuh Warna, Keseruannya Sampai ke Jakarta”, festival ini diharapkan mampu mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Thailand, sekaligus memberikan pengalaman budaya yang berkesan bagi para pengunjung sepanjang tahun 2026.