
redaksiharian.com – Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pihaknya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sepakat untuk menjajaki dibukanya pusat-pusat ekonomi baru di ibu kota dengan memanfaatkan lokasi aset pemda atau BUMN yang potensial untuk dikembangkan.
Hal itu disampaikan Erick dalam acara Pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perseorangan di Jakarta, Kamis, di mana salah satu peserta meminta agar bisa diberikan lapak untuk berjualan di Sarinah.
“Jangan terjebak Sarinah terus. Kita mesti buat pusat-pusat baru, Jakarta ini luas. Kemarin kita diskusi dengan Pak Heru(PjGubernur DKI). Kita perlu city center baru, jangan Sudirman terus. Pak Heru usulkan Pulogadung, itu akan jadi city center baru, Monas akan jadi city center baru. Pos Bloc di Pasar Baru juga ramai, tinggal digiatkan event-nya. Jadi kita buat tersebar, jangan terpusat,” katanya.
Erickbercerita bahwa ia telah bertemu dengan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Rabu (19/10) kemarin, di mana keduanya sepakat untuk menyinergikan aset yang ada untuk dioptimalkan bagi para pelaku UMKM.
Ia juga meminta komunitas atau asosiasi untuk bisa bekerja sama dengan pemda untuk mewujudkan hal tersebut.
Erick menuturkan pemerintah punya komitmen untuk bisa mendukung pengembangan UMKM agar bisa naik kelas. Pasalnya UMKM adalah penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
“Nah kita cari daerah-daerah lain juga supaya UMKM ini mempunyai tempat yang layak. Tadi saya juga tekankan, pastikan juga daerah tujuan yang mau bangun sama-sama ini harus baik, harus bisa berkompetisi secara baik. Insya Allah tujuan kami di sini sama, memastikan UMKM sebagai dasar ekonomi kerakyatan, fondasi negara Indonesia,” kata Erick Thohir.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya memberi dukungan dengan kemudahan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi para pelaku UMKM.
Dengan NIB, pelaku UMKM bisa mengakses permodalan karena usahanya menjadi formal.
“Ini bentuk penterjemahan perintah Presiden bahwa kalau mengurus investasi jangan yang besar-besar saja, tapi yang kecil juga harus,” kata Bahlil.